Kompas.com - 30/05/2015, 01:38 WIB
Ganjar Pranowo Kompas.com/Nazar NurdinGanjar Pranowo
|
EditorBayu Galih

SEMARANG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan akan segera menonaktifkan Joko Mardianto, salah satu staf ahlinya yang tersangkut kasus korupsi dana bantuan sosial. Sebelumnya, Joko telah ditahan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di Lapas Kedungpane Semarang.

“Prosesnya sudah berjalan. Proses nonaktif baru diproses di Badan Kepegawaian Daerah,” kata Ganjar, Jumat (29/5/2015).

Menurut Ganjar, semenjak Joko ditetapkan tersangka hingga dilakukan pemanggilan, proses nonaktifnya telah diproses. Bahkan sebelum ditahan, Joko sempat menghadap Ganjar di ruang kerjanya.

Mantan Kepala Biro Bina Sosial Provinsi Jateng itu sebelumnya ditahan, lantaran telah tiga kali mangkir dari panggilan jaksa. Setelah diperiksa selama jam, dia akhirnya ditahan, menyusul para tersangka kasus Bansos yang lainnya.

"Yang bersangkutan, kemarin sudah sudah ketemu saya, saat gegeran di media. Kita sudah bekerja, tapi proses itu tidak kita omong-omongkan ke publik," ucapnya.

Saat bertemu dengan Joko, orang nomor satu di Jawa Tengah itu meminta agar bertindak kooperatif dengan memenuhi panggilan hukum. Ia ingin agar komunikasi dengan kejaksaan bisa dilakukan, sehingga yang bersangkutan akhirnya bersedia hadir.

“Saya minta kemarin agar komunikasi dengan kejaksaan. Kemarin sudah hadir,” ucapnya.

Setelah hadir dan diperiksa, ternyata Joko langsung ditahan oleh penyidik. Kejaksaan sendiri menahan tersangka untuk mempercepat proses penyidikan. Selain itu, penahanan fisik pada tersangka agar yang bersangkutan mudah untuk diperiksa, jika sewaktu untuk melengkapi berkas penyidikan.

Penyidik menduga ada kerugian ratusan juta rupiah dari hasil penyelewengan dana bantuan sosial, yang diduga dilakukan oleh tersangka Joko bersama tersangka lain. Berdasarkan laporan audit sementara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah, kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 654 juta.

Selain Joko, kejaksaan juga telah menetapkan dua tersangka lain, yakni Mantan Kepala Biro Bina Mental dan Keagamaan Sekretariat Daerah Muhammad Yusuf dan Joko Suryanto yang saat itu sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Bencana Alam di Biro Bina Sosial Pemprov Jateng.

Sejumlah penerima bansos juga telah ditahan. Lima orang mantan mahasiswa sebagai pengusul proposal dijebloskan ke tahanan, yakni Azka Najib, Musyafak, Farid Ihsanudin, Agus Khanif, dan Aji Hendra Gautama.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X