Sembilan Tahun Mengungsi, Korban Lumpur Lapindo "Pulang Kampung"

Kompas.com - 29/05/2015, 14:45 WIB
Warga bermandikan lumpur berdoa bersama saat aksi teatrikal, menyambut peringatan sembilan tahun semburan lumpur di kolam penampungan lumpur Lapindo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (24/5). Aksi teatrikal yang digagas seniman Dadang Crhristanto itu menggambarkan penderitaan serta perjuangan pantang menyerah warga korban lumpur. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTAWarga bermandikan lumpur berdoa bersama saat aksi teatrikal, menyambut peringatan sembilan tahun semburan lumpur di kolam penampungan lumpur Lapindo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (24/5). Aksi teatrikal yang digagas seniman Dadang Crhristanto itu menggambarkan penderitaan serta perjuangan pantang menyerah warga korban lumpur.
|
EditorCaroline Damanik

SIDOARJO, KOMPAS.com — Setelah sembilan tahun mengungsi, akhirnya warga korban lumpur Lapindo Sidoarjo "pulang kampung". Mereka kembali membangun aktivitas sosial yang telah ditenggelamkan oleh bencana lumpur panas sejak 2006 lalu.

Festival Pulang Kampung adalah salah satu rangkaian acara peringatan sembilan tahun bencana lumpur Lapindo Sidoarjo, Jumat (29/5/2015).

Di atas kolam lumpur di tanggul titik 21 di atas bekas Desa Siring, warga membuat miniatur sederhana perkampungan mereka dari bambu. Layaknya permukiman, lahan sekitar 20 meter persegi itu didesain lengkap dengan kios berjualan, tempat ibadah, dan gedung sekolah, yang ditengahnya terdapat tiang bendera.

Beragam menu makanan jajanan khas dijual di kios-kios makanan, seperti es teh, jagung, nasi bungkus, dan sebagainya.

"Kami sangat rindu suasana kampung kami, ya seperti ini dulu kampung yang kami tempati," kata Dwi Purwaningsih, eks warga Desa Siring RT 11 RW 2, yang kini pindah ke Desa Wunut, Kecamatan Porong Sidoarjo. 

Dia mengaku pasrah dengan apa yang sudah menimpa desa tempat dia dan keluarga besarnya tinggal. Yang dia harapkan, hanya yang bertanggung jawab atas bencana lumpur, baik itu pemerintah atau pihak PT Lapindo, segera melunasi sisa ganti rugi senilai Rp 200 juta yang dijanjikan sejak lama.

"Katanya dijanjikan nanti setelah Lebaran, semoga saja benar," ujarnya.

Festival Pulang Kampung menutup rangkaian kegiatan peringatan sembilan tahun bencana lumpur Lapindo yang digelar warga korban lumpur. Sebelumnya, warga juga mengarak patung berbentuk bos Lapindo, Aburizal Bakrie, ke tanggul lumpur, dan melakukan doa bersama pada Kamis (28/5/2015) malam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X