Kompas.com - 29/05/2015, 13:50 WIB
Tim Sar berada di jalur menuju puncak Merapi dari Posko Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Senin (18/5/2015). KOMPAS.com/ M WismabrataTim Sar berada di jalur menuju puncak Merapi dari Posko Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Senin (18/5/2015).
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com
- Jalur yang tidak begitu berat dinilai membuat para pendaki pemula berpandangan bahwa pendakian Gunung Merapi merupakan aktivitas "ngepop". Pemikiran inilah yang akan coba diubah oleh Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) melalui edukasi serta memperketat izin pendakian.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha (TU) TNGM, Tri Atmojo, mengatakan berdasarkan data di basecamp, selama ini, sebagian besar pendaki yang melakukan pendakian ke Gunung Merapi adalah pemula. Bahkan, masih status pelajar.

"Sebagian besar yang mendaki Gunung Merapi, pelajar atau pendaki pemula," ucap Kepala Sub Bagian Tata Usaha (TU) TNGM, Tri Atmojo, Jumat (29/5/2015).

Tri mengungkapkan, jalur pendakian Merapi tergolong tidak berat sehingga dipandang sebagai aktivitas "ngepop". Menurut dia, para pendaki pemula ini mendaki hanya untuk gaya-gayaan.

Akhirnya, beberapa pendaki datang tanpa perlengkapan standar. Mereka hanya mengenakan sandal, celana jeans, bahkan dengan logistik yang pas-pasan. Mereka juga sebagian tidak memiliki skill atau pengetahuan tentang aktivitas mendaki gunung.

"Karena dipandang 'ngepop', naik ya hanya sandal jepit, celana jeans, logistik juga pas-pasan lalu beranggapan menaklukan Gunung Merapi padahal anggapan itu tidaklah benar," tegasnya.

Tri menegaskan, aktivitas pendakian, meski jalurnya tergolong tidak berat, tidak bertujuan untuk gaya-gayaan. Gunung itu adalah tempat belajar mencintai alam, belajar tentang alam, dan bukan justru ingin menaklukan alam itu sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kondisi alam tidak bisa ditebak jadi yang dibutuhkan bukan hanya kenekatan. Tapi butuh skill dan pengetahuan, baik tentang navigasi darat, survival, dan manajemen logistik. Bahkan perlu tahu juga karakteristik medan yang akan didaki," ucapnya.

Untuk mengubah mindset para pendaki, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) akan memperketat izin pendakian.

"Sedang kita godok, misalnya ketahuan naik pakai sandal jepit akan langsung disuruh pulang, logistik mereka juga akan dicek. Tidak standar tak diizinkan naik," tandasnya.

Selain itu juga, sedang direncanakan mengadakan seminar atau acara diskusi soal aktivitas pendakian.

"Mulai dari basecamp akan diedukasi. Rencananya kita akan adakan semacam seminar atau diskusi juga, tapi ini masih kita bahas dulu," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.