Kompas.com - 29/05/2015, 13:37 WIB
Seorang seniman ditangkap polisi karena terbukti menggelapkan uang milik warga asing asal China yang sedang berwisata ke Indonesia. Pelaku ditangkap polisi Polres Malang, Jumat (29/5/2015). KOMPAS.com/Yatimul AinunSeorang seniman ditangkap polisi karena terbukti menggelapkan uang milik warga asing asal China yang sedang berwisata ke Indonesia. Pelaku ditangkap polisi Polres Malang, Jumat (29/5/2015).
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com
- Seorang seniman patung kelahiran Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ditangkap di Ciamis setelah terbukti menggelapkan uang lebih dari Rp 60 juta milik seorang wisatawan asing asal China bernama Hu Rui (32) yang sedang berwisata keliling Indonesia. Rencananya, uang itu akan digunakan sebagai uang sewa untuk membuka usaha.

Menurut Kapolres Malang, AKBP Aris Haryanto saat gelar kasus di Mapolres Malang, Jumat (29/5/2015), pelaku mengenal korban melalui Facebook (FB) sebulan lalu.

"Pelaku mengajak jalan-jalan kebeberapa obyek wisata di Indonesia. Salah satunya ke Natuna Riau dan Pontianak," katanya.

Uang yang digelapkan oleh pelaku, lanjut Aris, terdiri dari berbagai mata uang asing dan juga rupiah.

"Yang sudah dipakai oleh pelaku senilai Rp 20 juta lebih. Uang itu digunakan pelaku untuk sewa tempat usaha di Ciamis," katanya.

Pelaku atas nama Sigit Dwi Cahyono (46), asli kelahiran Lumajang. Namun, ia kerja dan tinggal di Ciamis. Di sana menjadi seorang seniman patung dan gambar.

"Kronologisnya, korban diajak jalan-jalan ke obyek wisata. Lalu, giliran ke Malang, tas korban yang berisi semua barang-barang milik korban termasuk uang diambil dengan alasan akan diamankan, mengingat banyak copet," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah tas dibawa pelaku, saat tiba di wilayah Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, korban disuruh menunggu di pinggir jalan, sementara korban korban akan menemui keluarganya.

"Setelah korban ditinggal di pinggir jalan, pelaku kabur membawa motor yang dinaikinya bersama korban," katanya.

Di tas korban, tambah Aris, ada 17 jenis barang berharga, termasuk aneka jenis uang asing milik korban.

"Saat korban di tinggal dipinggir jalan, di Desa Krebet, korban lapor ke polisi setempat. Lalu dilanjutkan ke Polres Malang. Dari waktu korban melapor, enam hari polisi langsung berhasil menangkap pelaku di wilayah Ciamis," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 372 KUHP dengan kasus penggelapan.

"Pelaku diancama 4 tahun penjara. Saat ini pelaku ditahan di Mapolres Malang," katanya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.