Kompas.com - 29/05/2015, 12:45 WIB
Polisi Polres Malang menangkap otak pelaku joki di seluruh PT di Indonesia, baik di Jogja maupun di Jakarta, Jumat (29/5/2015). KOMPAS.com/Yatimul AinunPolisi Polres Malang menangkap otak pelaku joki di seluruh PT di Indonesia, baik di Jogja maupun di Jakarta, Jumat (29/5/2015).
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com
 — Polres Malang berhasil menangkap lima orang yang berperan sebagai koordinator praktik joki ujian masuk perguruan tinggi terkenal di Indonesia, baik swasta maupun negeri.

Tiga pelaku ditangkap di Yogyakarta, dan dua orang ditangkap di Jakarta. Kelima tersangka kini diamankan di Mapolres Malang. Kelimanya ditangkap pada Selasa (26/5/2015) setelah tim dari Polres Malang dibantu oleh tim dari Polda Jatim, Polda DIY, dan Polda Metro Jaya.

Kelima tersangka adalah Herwanto alias Anton alias Bowo, Raufiq Asyari alias Rafa alias Nova, Heronimus Cenaga alias Roni alias Densus, Mustolih alias Alex, dan Fajar alias Begeng. Tiga rekan lainnya masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Penangkapan kelima tersangka itu adalah pengembangan dari kasus joki yang berhasil ditangkap di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pelaku yang sudah ditangkap di UMM, yang mengikuti tes di fakultas kedokteran, adalah Rafid Mudrik, Bramantyo Prabu Wisnu Sadewo, Rizkia Putri Lestari, dan Kusnul Nurdianti.

Menurut Kapolres Malang AKBP Aris Haryanto, kasus tersebut merupakan pengembangan dari kasus joki di UMM.

"Koordinatornya atas nama Herwanto alias Anton. Lainnya, anak buah dari Anton itu. Operasinya di semua perguruan tinggi negeri dan swasta terkenal di Indonesia. Sudah 9 tahun beroperasi jadi joki," katanya saat gelar kasus di Mapolres Malang, Jumat (29/5/2015).

Untuk alur tata kerjanya, AKBP Aris Haryanto mengatakan, Herwanto alias Anton alias Bowo masuk dalam divisi peralatan dan koordinator, memberikan penjelasan kepada dua kelompok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kelompok pertama ke para joki yang aksi di UMM. Di UMM, masih ada tiga pelaku yang kini masih masuk DPO," katanya.

Sementara itu, berdasarkan pengembangan dari kasus joki di UMM, kelompok kedua terdiri dari Raufiq Asyari alias Rafa alias Nova, Heronimus Cenaga alias Roni alias Densus, Mustolih alias Alex, Fajar alias Begeng.

"Tiga tersangka ditangkap di Yogya, dan dua orang ditangkap di Jakarta," ungkap Aris.

Selain itu, ada satu pelaku lagi di bawah komando Herwanto langsung, ditempatkan di divisi jawaban atau master, dan sekarang masih masuk DPO. Dari divisi master tersebut, jawaban dikirim langsung ke divisi operator yang dikerjakan langsung oleh Heronimus Cenaga dan Herwanto alias Anton.

"Jika tidak menggunakan jasa joki, sang operator langsung mengirimkan jawaban soal ke calon mahasiswa langsung yang sudah diberi kelengkapan alat di tubuhnya. Heronimus Cenaga dan Herwanto alias Anton yang kirim jawaban melalui alat yang sudah dipakai oleh calon mahasiswa yang ikut tes," katanya.

Dari kelima tersangka tersebut, petugas mengamankan aneka alat elektronik yang dipakai oleh pelaku, seperti laptop, ponsel, dan cip.

"Kelima tersangka akan dijerat Pasal 55 ayat 1 KUHP jo Pasal 32 ayat 2 Subpasal 48 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 9 tahun penjara," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.