Stadion Senilai Rp 26 Miliar di Banyuwangi Diresmikan

Kompas.com - 28/05/2015, 18:20 WIB
Ira Rachmawati / Kompas.com / Banyuwangi Stadion Diponegoro di Kabupaten Banyuwangi senilai 20 miliar lebih

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Kabupaten Banyuwangi meresmikan Stadion Diponegoro senilai 26 miliar rupiah yang diklaim pembangunannya tidak menggunakan anggaran APBD Provinsi dan anggaran APBN.

"Stadion Diponegoro pembangunannya hanya Rp 12 miliar yang menggunakan anggaran APBD Kabupaten dan Rp 5 miliar dari pihak ketiga sponsor, termasuk lampu penerangan senilai Rp 9 miliar," ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Kamis (28/5/2015).

Dia menjelaskan stadion tersebut merupakan model stadion yang dibangun secara kemitraan antara pemerintah dan swasta. Menurut Anas, Pemkab Banyuwangi bisa membangun stadion lebih mewah dibandingkan yang ada saat ini, namun dia lebih mengutamakan nilai fungsinya.

Renovasi Stadion Diponegoro melibatkan arsitek nasional Budi Pradono dengan desain modern dan tradisional. Hal itu bisa dilihat dari ornamen sketsel atau partisi yang menghubungkan antara satu ruangan dengan lainnya, lalu terbuat dari bata merah yang tersusun unik.

Sementara itu, dekorasi dinding luarnya terbuat dari baja ringan yang berukirkan penari Gandrung Banyuwangi dengan berbagai pose.

Stadion Diponegoro tepat berada di kawasan kota Banyuwangi. Stadion ini mulai direnovasi pada 2014 untuk menyambut gelaran Pekan Olahraga Provinsi V Jatim 2015 yang akan dipusatkan di Banyuwangi, 6-13 Juni mendatang, yang akan diikuti tak kurang dari 9311 atlet dan perangkatnya.

“Stadion ini sudah siap seratus persen. Renovasi sudah selesai dan lampu sudah terpasang. Dan rencananya akan sudah mulai dipakai untuk pertandingan uji coba pertandingan awal sepakbola tim Banyuwangi,” papar Anas.

Dia melanjutkan, pemerintah daerah memang membuka kesempatan bagi swasta untuk membangun stadion.

"Ini adalah cara baru membangun stadion dengan melibatkan private partnership. Seperti di sejumlah negara, stadion disponsori swasta yang kemudian namanya berhak dicantumkan sebagai nama stadion, misalnya Etihad Stadium di Manchester, Emirates Stadium di London, atau Allianz Arena di Munich Jerman," ungkapnya.

Menurut dia, saat ini, Pemkab Banyuwangi sedang membuat aturan pihak swasta bisa menyumbang namanya agar tercantum di Stadion Diponegoro.

"Nanti kita lihat dulu jika menyumbang sekian rupiah maka berapa tahun namanya akan digunakan pada nama stadion," jelasnya.

Anas mengatakan, pihak ketiga yang saat ini membantu pembangunan Stadion Diponegoro adalah PT Bumi Suksesindo, perusahaan pemegang izin eksplorasi pertambangan emas di Banyuwangi.

"Saat ini BSI tapi siapa saja bisa ikut kok. Kalau nggak ada pihak ketiga sudah berapa anggaran pemerintah untuk bangun stadion sebesar ini. Nilai yang dikeluarkan pasti lebih dari 12 miliar. Untuk penambahan nama sponsor tunggu dulu regulasi aturannya," pungkasnya.


EditorCaroline Damanik

Terkini Lainnya


Close Ads X