Pengedar Uang Palsu Ditangkap Saat Beli Rujak

Kompas.com - 28/05/2015, 14:42 WIB
Dua tersangka pengedar uang palsu di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Keduanya mengedarkan uang palsu jelang ramadhan. Kamis (28/5/2015). KOMPAS.com/Yatimul AinunDua tersangka pengedar uang palsu di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Keduanya mengedarkan uang palsu jelang ramadhan. Kamis (28/5/2015).
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com - Tepergok edarkan uang palsu jelang bulan Ramadhan, dua warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, dibekuk polisi di rumahnya. Kini polisi terus mengejar pihak pembuat uang palsu tersebut.

Supriyadi (65) dan Edy Sutrisno (42) diketahui sudah sebulan lalu beraksi mengedarkan upal di Kabupaten Malang. Menurut Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ni Nyoman Sri Elviandani, keduanya ditangkap saat akan membayar rujak yang dibelinya di sebuah warung rujak, milik Wati (47), di Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung.

"Saat satu pelaku yakni Edy Sutrisno akan membayar rujak di warung itu, pemilik warung sudah menduga bahwa uang yang digunakan adalah uang palsu. Mengetahui yang digunakan bayar Edy adalah uang palsu, pemilik warung (Wati) langsung lapor polisi," katanya, Kamis (28/5/2015), saat gelar kasus di Mapolres Malang.

Setelah uang diketahui betul-betul uang palsu, polisi melakukan pengejaran kepada Edy karena pemilik warung mengetahui tempat tinggal Edy.

"Edy ditangkap di rumahnya. Dari Edy kita kembangkan ke Supriyadi, selaku penjual uang palsu. Supriyadi juga ditangkap di rumahnya," katanya.

Dari keterangan Edy diketahui dirinya membeli uang palsu itu kepada Supriyadi senilai Rp 1 juta.

"Jika membeli Rp 1 dengan uang asli, dapat uang palsu senilai Rp 3 juta. Supriyadi dapat uang palsu itu dari seseorang berinisial BO, yang tinggal di wilayah Tretes, Pasuruan," kata Ni Nyoman.

Uang palsu yang diedarkan oleh kedua pelaku mirip sekali dengan uang asli. Bedanya, pada berat, warna serta nomor serinya.

"Hebatnya, masing-masing lembar 50-an nomor serinya beda semua. Uang palsu yang diamankan dari Edy sebanyak 64 lembar 50.000-an. Totalnya, ada Rp 3,4 juta," katanya.

Polisi juga mengamankan dua buah ponsel, tiga ATM, satu dompet dan satu NPWP.

"Polisi masih melakukan pengejaran kepada pencetak upal itu. Kedua tersangka mengedarkan upal itu, karena jelang bulan ramadhan, yang dimungkina banyak pemesannya," katanya.

Ni Nyoman berharap, jelang Ramadhan, masyarakat diharapkan berhati-hati dengan peredaran uang palsu.

"Jika menerima uang, harus lebih teliti, apakah betul-betul uang asli atau palsu. Jika diketahui uang palsu, silahkan langsung lapor polisi," harapnya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 36 ayat 3 jo pasal 26 ayat 3 UU Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman diatas 10 tahun penjara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 24 September 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 24 September 2020

Regional
20 Orang di Lingkungan Rumah Dinas Gubernur Bali Positif Corona

20 Orang di Lingkungan Rumah Dinas Gubernur Bali Positif Corona

Regional
Napi di Lapas Dalangi Pemerasan Bermodus Video Call Seks, Anggota DPRD Sambas Jadi Korban

Napi di Lapas Dalangi Pemerasan Bermodus Video Call Seks, Anggota DPRD Sambas Jadi Korban

Regional
Update Kasus Prostitusi Artis VS, 2 Muncikari Dilimpahkan ke Kejaksaan

Update Kasus Prostitusi Artis VS, 2 Muncikari Dilimpahkan ke Kejaksaan

Regional
Ditolak Berhubungan Badan, Seorang Nelayan Bunuh Teman Kencannya di Hotel

Ditolak Berhubungan Badan, Seorang Nelayan Bunuh Teman Kencannya di Hotel

Regional
CEO Persela, Paslon YesBro Dapat Nomor Urut 2 di Pilkada Lamongan

CEO Persela, Paslon YesBro Dapat Nomor Urut 2 di Pilkada Lamongan

Regional
Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Mardika Ambon Berjualan di Badan Jalan

Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Mardika Ambon Berjualan di Badan Jalan

Regional
Pilkada Surabaya: Eri Cahyadi-Armuji Nomor Urut 1, Machfud Arifin-Mujiaman Nomor 2

Pilkada Surabaya: Eri Cahyadi-Armuji Nomor Urut 1, Machfud Arifin-Mujiaman Nomor 2

Regional
Ini Hasil Pengundian Nomor Urut Peserta Pilkada Gunungkidul 2020

Ini Hasil Pengundian Nomor Urut Peserta Pilkada Gunungkidul 2020

Regional
6 Pegawai Positif Covid-19, 1 Puskesmas di Denpasar Ditutup

6 Pegawai Positif Covid-19, 1 Puskesmas di Denpasar Ditutup

Regional
Lawan Kotak Kosong, Calon Tunggal Pilkada Grobogan Peroleh Posisi Kanan

Lawan Kotak Kosong, Calon Tunggal Pilkada Grobogan Peroleh Posisi Kanan

Regional
Ada 127 Santri di Banyumas Positif Covid-19

Ada 127 Santri di Banyumas Positif Covid-19

Regional
4.400 Pengguna Medsos Diundang untuk Trip Keliling Bali

4.400 Pengguna Medsos Diundang untuk Trip Keliling Bali

Regional
Positif Covid–19, KPU Belum Tetapkan Satu Paslon Pilkada Luwu Utara 2020

Positif Covid–19, KPU Belum Tetapkan Satu Paslon Pilkada Luwu Utara 2020

Regional
150 Karyawan di 2 Pabrik Rokok di Probolinggo Positif Covid-19

150 Karyawan di 2 Pabrik Rokok di Probolinggo Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X