Kompas.com - 28/05/2015, 12:42 WIB
|
EditorCaroline Damanik

MEDAN, KOMPAS.com
 — Marsaid Yushar (63), warga Jalan Mesjid Taufik/Jalan Satria Ujung Perumahan Mekar Sari, Medan, digelandang ke Mapolresta Medan beserta sejumlah barang bukti, seperti mesin cetak dan puluhan ijazah palsu, yang ditemukan di empat lokasi berbeda.

Marsaid adalah Rektor University of Sumatra yang sudah berdiri sejak 12 tahun lalu. Kampus yang sudah mengeluarkan seribuan ijazah palsu dengan harga Rp 10 juta-Rp 40 juta ini tak memiliki izin alias ilegal.

Penggerebekan yang dilakukan Unit Tipiter Satreskrim Mapolresta Medan bermula dari banyaknya informasi yang masuk terkait aktivitas kampus yang tidak terdaftar di Kopertis Wilayah I NAD-Sumut. Polisi lalu melakukan penyelidikan dengan menyamar dan berpura-pura hendak membeli ijazah S-2 tanpa proses perkuliahan.

Setelah disetujui pihak kampus, pelaku ditangkap saat berada di sebuah Gedung Nomor 179 Jalan Gatot Subroto, Medan. Barang bukti lain, yakni dokumen-dokumen, brosur perkuliahan, blangko ijazah S-1 dan S-2 yang masih kosong, ikut dibawa.

Setelah pengembangan, polisi menuju TKP kedua yang masih terletak di kawasan yang sama dan menemukan sejumlah barang bukti lain, di antaranya ijazah S-2, transkrip nilai palsu, dan uang transaksi pembelian ijazah sebesar Rp 15 juta.

Di TKP ketiga, polisi menyita blangko kosong ijazah S-1 dan S-2 sebanyak 1.000 lembar, brosur perkuliahan, skripsi, dan dokumen lain. TKP tersebut terletak di Jalan Satria Ujung Perumahan Mekar Sari Blok B Nomor 1 D Deli Tua, yang tak lain adalah rumah pelaku.

Di TKP terakhir di Jalan Mahkamah, Medan, persis di sebuah percetakan, polisi menemukan film atau master ijazah, blangko, kartu mahasiswa, dan brosur.

Kapolresta Medan Kombes Nico Afinta mengatakan bahwa berdasarkan pengakuan, pelaku sudah mengeluarkan 1.200 lebih ijazah palsu sejak mulai beroperasi pada 2003 lalu. Dalam aksinya, pelaku juga berkeliling menawarkan paket tanpa kuliah dan mendapat ijazah dengan harga Rp 10 juta-Rp 40 juta, tergantung jenjang pendidikannya.

"Kami masih menyelidiki dugaan keterlibatan pihak-pihak lain. Hasil sementara, permohonan ijazah palsu tersebut tidak hanya dari Kota Medan, tetapi juga luar Pulau Sumatera. Kami juga masih mengembangkan apakah ada praktik serupa dengan menggunakan perguruan tinggi lain," kata Nico saat dikonfirmasi via telepon seluler, Kamis (28/5/2015).

"Latar belakang para pemohon juga sedang kami telusuri. Kami mengimbau agar (masyarakat) segera melaporkannya ke pihak kepolisian atau memberikan keterangan apabila pernah memperoleh ijazah dari pelaku melalui University of Sumatra. Pelaku kami kenakan Pasal 67 ayat (1) dan Pasal 71 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dengan ancaman 10 tahun penjara," tambah Nico.

Koordinator Kopertis Wilayah I, Profesor Dian Armanto, menyatakan, University of Sumatra tidak memiliki izin dari pihak Dikti ataupun surat validasi dari Kemenkum dan HAM. Tidak ada pula akreditasi dari pihak Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

"Persyaratan tersebut tidak ada pada University of Sumatra sehingga dinyatakan ilegal. Kami himbau kepada masyarakat agar mengecek kembali perguruan tinggi yang akan dimasuki melalui situs forlaf.dikti.go.id yang menjadi pangkalan data berkaitan dengan perguruan tinggi yang ada. Bisa juga di Kopertis. Kami mencatat ada 271 perguruan tinggi legal di sini," kata Dian Armanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.