Kompas.com - 27/05/2015, 16:20 WIB
Seorang anak etnis Rohingya (kiri) diberi vitamin A dari tim medis International Organization for Migration, di Kuala Langsa, Aceh, Senin (18/5/2015). Anak-anak ini merupakan bagian dari para pengungsi Rohingya yang meninggalkan kampung halaman mereka di Rakhine, Myanmar, karena konflik. AFP PHOTO / ROMEO GACADSeorang anak etnis Rohingya (kiri) diberi vitamin A dari tim medis International Organization for Migration, di Kuala Langsa, Aceh, Senin (18/5/2015). Anak-anak ini merupakan bagian dari para pengungsi Rohingya yang meninggalkan kampung halaman mereka di Rakhine, Myanmar, karena konflik.
|
EditorCaroline Damanik

MAGELANG, KOMPAS.com — Pemerintah Indonesia akan menjamin kebutuhan hidup para pengungsi Rohingya yang tersebar di Aceh selama satu tahun ke depan. Setelah itu, kehidupan mereka sudah menjadi tanggung jawab komunitas internasional.

"Kesepakatan Pemerintah Indonesia, kita akan menjamin kebutuhan resettlement dan memberikan perlindungan kepada mereka (pengungsi Rohingya) selama satu tahun. Selanjutnya, kita mendorong komunitas internasional untuk ikut bertanggung jawab," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa seusai menghadiri kegiatan di Ponpes Raudhatut Thullub, Desa Prajegsari, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Rabu (27/5/2015) siang.

Khofifah mengatakan, persoalan pengungsi Rohingya tidak semata tanggung jawab Pemerintah Indonesia saja, tetapi juga menjadi persoalan global, termasuk PBB dan negara-negara yang sudah menandatangani Konvensi 1951 tentang Status Pengungsi.

"Jadi, inilah yang sedang terus dikomunikasikan oleh Kementerian Luar Negeri supaya kita menemukan format penanganan pengungsi secara strategis jangka panjang," kata Khofifah.

Sepanjang satu tahun berjalan, lanjut Khofifah, pihaknya melakukan komunikasi dengan komunitas internasional dalam penanganan kebutuhan pengungsi. Menurut dia, sejauh ini International Organization for Migration (IOM) sudah siap menyokong kebutuhan makanan pengungsi selama satu tahun ke depan.

"Kami juga sampaikan terima kasih untuk masyarakat, khususnya masyarakat Aceh, yang sudah memberikan berbagai dukungan kepada para pengungsi Rohingya," ucapnya.

Khofifah mengatakan, pemerintah saat ini memberi perhatian khusus kepada ratusan anak-anak pengungsi Rohingya yang diketahui tanpa sanak famili atau yatim piatu. Mereka, lanjutnya, akan ditampung di pondok pesantren di sejumlah daerah di Indonesia sehingga dapat menerima pendidikan layak selama setahun.

"Sejauh ini, mereka (anak-anak pengungsi Rohingya) akan terlebih dulu melalui proses identifikasi, verifikasi, dan validasi data. Ada pesantren di beberapa daerah yang sudah siap dan menawarkan diri menampung mereka," ujarnya.

Langkah penanganan lainnya, tambah Khofifah, pemerintah juga akan mengupayakan penyatuan kembali anggota keluarga pengungsi Rohingya yang terpisah. Sebab, ada banyak pengungsi yang ternyata tidak hanya berada di Indonesia, tetapi juga berada di Malaysia dan lainnya.

"Kita akan bekerja sama dengan Pemerintah Malaysia untuk mengupayakan penyatuan keluarga pengungsi tersebut," kata Khofifah.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.