Kompas.com - 27/05/2015, 11:07 WIB
Pati memberikan makanan kepada anaknya, Nanang, yang menderita gangguan jiwa dan dikurung di kandang domba di Kampung Pasirkadu, Desa Cirapuhan, Kecamatan Selaawi, Selasa (26/5/2015). TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAMPati memberikan makanan kepada anaknya, Nanang, yang menderita gangguan jiwa dan dikurung di kandang domba di Kampung Pasirkadu, Desa Cirapuhan, Kecamatan Selaawi, Selasa (26/5/2015).
EditorTri Wahono


GARUT, KOMPAS.com
- Gangguan jiwa yang diderita Nanang (24) membuat dirinya terpaksa dikurung di sebuah kandang domba. Sejak empat tahun lalu, Nanang terpaksa dikurung karena keluarganya khawatir dapat mencelakai keluarga dan warga lainnya.

Kandang domba tersebut terletak di belakang rumah keluarga Nanang di Kampung Pasirkadu, Desa Cirapuhan, Kecamatan Selaawi. Ruang tempat tinggal Nanang hanya disekat potongan kayu, bersebelahan dengan tempat tidur domba.

Kurungan Nanang ini berdindingkan bilah-bilah kayu dengan celah-celah cukup besar di antaranya. Tidak terlihat pintu pada ruang tempat Nanang dikurung. Lantainya terbuat dari deretan papan dan atapnya berupa asbes, seatap dengan tempat domba.

Ibu Nanang, Pati (45), mengatakan awalnya anak kedua dari lima bersaudara tersebut mengalami gangguan jiwa pada usia 12 tahun. Nanang pun mendapat pengobatan di RS Jiwa di Bandung dan Cisarua.

Sampai usia 18 tahun, gangguan jiwa Nanang terkadang muncul atau menghilang. Sejak berusia 18 tahun, kata Pati, Nanang berubah menjadi remaja yang emosional, pemarah, kasar, sering merusak rumah, sampai melukai keluarganya.

"Almarhum ayahnya dipukuli terus. Begitu juga kepada saya dan adik-adiknya. Rumah sering dirusak. Saya takut kalau dia melukai orang lain. Makanya sejak empat tahun lalu, kami terpaksa mengurungnya di kandang," kata Pati, Selasa (26/5/2015).

Kurungan tersebut membuat Nanang lebih tenang. Nanang sempat sakit dan tidak mau makaN selama dua minggu. Akhirnya, Nanang tidak bisa berjalan. Setiap ibunya menutup kandang tersebut dengan bilik anyaman bambu, Nanang selalu merusaknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya takut dia kedinginan dan saya tempelkan bilik. Tetapi selalu dirusaknya, seperti pintu kandang sebelumnya. Dia merasa cukup hangat dengan selimutnya. Makanan dan minuman saya rutin berikan setiap hari dalam tiga waktu, diberikan melalui celah," katanya. (SAM)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.