Kompas.com - 26/05/2015, 18:12 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
MATARAM, KOMPAS.com - Warga Dasan Agung, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dihebohkan dengan beras yang diduga mirip beras plastik milik Sofian salah satu warga. "Bentuknya kayak bubur tapi enggak mateng," kata Sofian menjelaskan, Selasa (26/5/2015).

Sofian mengaku membeli beras ini dari sebuah warung. Ia mulai curiga saat beras tersebut dimasak. Nasi yang dimasak dari beras tersebut bentuknya lembek, tidak sama dengan nasi yang biasa dia makan sehari-hari. Apalagi, saat sarapan pagi tadi, anak-anak Sofian mengeluh kalau nasinya tidak enak.

"Sebelumnya enggak pernah seperti ini. Pas sarapan anak-anak bilang 'kok nggak enak ini'. Dalam hati saya, masak beras plastik itu ini?" kata Sofian.

Sahrah, ibu Sofian kemudian melaporkan kejadian itu kepada kader posyandu dan ditindaklanjuti oleh lurah setempat. Lurah Dasan Agung Hambali bersama Babinkamtibmas yang sempat mencicipi beras tersebut mengatakan, rasanya seperti nasi yang belum matang.

Selain mencicipi nasi, Babinkamtibmas Dasan Agung Bripka A Yani juga mencoba membakar dua sampel nasi lalu membedakannya aromanya. Hasilnya kedua sampel nasi tersebut memiliki aroma yang berbeda.

Meski demikian, pihaknya belum berani mengambil kesimpulan apakah beras yang dimaksud terindikasi sebagai beras plastik atau bukan. Sampel beras dan nasi tersebut kemudian dibawa petugas kepolisian ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Kota Mataram untuk diteliti lebih lanjut.

"Untuk saat ini akan kita bawa sampelnya ke BPOM. BPOM yang akan tentukan, apakah terindikasi beras plastik atau bukan," kata Lurah Dasan Agung Hambali. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Regional
Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Regional
Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Regional
70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

Regional
Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Regional
Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.