Wagub Deddy Mizwar Bicara soal Pelacuran di Saritem

Kompas.com - 26/05/2015, 18:04 WIB
Deddy Mizwar, pada acara jumpa pers rencana penyelenggaraan pemberian penghargaan IKJ Awards 2014, Bidang Seni Peran, di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (24/5/2014). Penghargaan ini terselenggara atas inisiatif Program Studi Teater, Fakultas Seni PErtunjukan, Institut KEsenian Jakarta, yang merupakan penghargaan kedua sebagai pengakuan kepada perorangan dan lembaga yang melakukan upaya serius dalam menjunjung seni peran. Warta Kota/Nur IchsanDeddy Mizwar, pada acara jumpa pers rencana penyelenggaraan pemberian penghargaan IKJ Awards 2014, Bidang Seni Peran, di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (24/5/2014). Penghargaan ini terselenggara atas inisiatif Program Studi Teater, Fakultas Seni PErtunjukan, Institut KEsenian Jakarta, yang merupakan penghargaan kedua sebagai pengakuan kepada perorangan dan lembaga yang melakukan upaya serius dalam menjunjung seni peran.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar angkat suara soal penutupan kompleks pelacuran Saritem di Bandung, Jawa Barat. Deddy menegaskan, tindakan jangan hanya sebatas penutupan semata, tetapi harus dipikirkan hal lainnya.

Hal lain yang dimaksudkan Deddy adalah bagaimana setelah sebuah kompleks pelacuran ditutup lokasi itu tidak kembali bergeliat seperti yang kerap terjadi di Tanah Air. Pandangan itu diungkapkan Deddy di Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/5/2015).

Jika Saritem kembali menggeliat setelah ditutup, hal itu merupakan cermin lemahnya kinerja Pemerintah Kota Bandung. Lebih jauh, Wagub meminta agar Pemkot Bandung bertindak tegas tentang persoalan sosial ini.

"Jadi, setelah ditutup itu harus diawasi, pengawasan intensif harus terus dilakukan," kata dia.

Memang, kata Deddy, dalam sejarah peradaban, pelacuran selalu ada. Pelacuran tidak bisa dihapuskan sampai kapan pun selama bumi ini masih ada. Namun, setidaknya diperlukan langkah konkret Pemkot untuk mengurangi dan mencegah prostitusi.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X