Wagub Ingin Maluku Segera Ditetapkan Jadi Lumbung Ikan Nasional

Kompas.com - 25/05/2015, 17:10 WIB
|
EditorCaroline Damanik
AMBON, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, meminta pemerintah pusat segera merealisasikan Maluku sebagai daerah lumbung ikan nasional. Permintaan ini disampaikan saat menyampaikan sambutan pada seminar nasional pembangunan kelautan dan perikanan di Ambon, Senin (25/5/2015).

“Masyarakat Maluku sedang menunggu kapan keputusan pemerintah agar Maluku dapat ditetapkan sebagai daerah lumbung ikan nasional,” ungkap Zeth.

Pencanangan Maluku sebagai daerah lumbung ikan nasional sebelumnya telah dilakukan semasa presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sayangnya, realisasi dan penerapannya hingga kini belum juga dilakukan pemerintah.

Menurut Zeth, Maluku terdiri dari ribuan pulau dan memiliki laut yang sangat luas dengan kandungan potensi kekayaannya yang berlimpah. Sesuai UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, maka provinsi Maluku harusnya dapat direalisasikan sebagai provinsi kepulauan.


“Perjuangan agar Maluku diakui sebagai provinsi kepulauan bersama dengan tujuh provinsi lainnya merupakan langkah cerdas atas realitas saat ini,” kata dia.

Kebijakan pemerintah untuk menjadikan perairan Maluku sebagai lumbung ikan nasional, lanjutnya, adalah sebuah kebijakan strategis yang jika diterapkan maka akan membawa perubahan berarti di Maluku.

“Saat ini, Maluku sudah sangat siap dan kita menunggu keputusan itu dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Dia pun mengakui, saat ini, provinsi Maluku masih membutuhkan infrastruktur penunjang untuk mewujudkan lumbung ikan nasional dan jika itu dapat diwujudkan melalui bantuan pemerintah, maka Maluku akan semakin baik.

“Percalah lima atau sepuluh tahun ke depan, Maluku akan sejajar dengan daerah lain di indonesia jika semua itu dapat terealisasi,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X