Perkenalkan, Cokelat Tempe asal Malang...

Kompas.com - 25/05/2015, 16:30 WIB
Seorang peserta Festival Cokelat Malang 2015 menunjukkan cokelat tempe, salah satu produk berbahan dasar cokelat kreasi UKM di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (16/5). KOMPAS/DAHLIA IRAWATISeorang peserta Festival Cokelat Malang 2015 menunjukkan cokelat tempe, salah satu produk berbahan dasar cokelat kreasi UKM di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
EditorCaroline Damanik

KOMPAS
- Cokelat dapat dikreasikan menjadi pemanis sajian menu makanan. Bahkan, cokelat pun dapat dibuat dengan campuran bahan lokal seperti tempe. Lahirlah cokelat tempe asal Kota Malang.

Cokelat tempe dibuat oleh Yoga Suryapratama (21), lulusan sekolah menengah kejuruan di Kota Malang. Dengan hanya bermodal uji coba dan optimisme menjadi pengusaha, remaja yang pernah mengenyam bangku kuliah tiga bulan itu kini mampu memiliki penghasilan sendiri hingga belasan juta rupiah setiap bulan.

Yoga awalnya tertarik pada tempe. Ia ingin meracik tempe menjadi bagian dari produk cokelat.

Sebagai penyuka cokelat, Yoga dibantu ibundanya selama dua minggu beruji coba untuk menghasilkan cokelat batangan, dengan bahan campuran cokelat. Gagal, sudah hal biasa selama proses uji coba itu. Tak lama lahirlah cokelat tempe karya Yoga. Sebulan, Yoga membuat 150-250 kilogram cokelat tempe yang dijualnya ke berbagai tempat.


"Jika selama ini almond dan kacang sebagai campuran cokelat sudah terlalu mainstream, maka kami membuat cokelat tempe. Dengan ini, tempe pun bisa hadir sebagai makanan elite seperti cokelat," ujar Yoga.

Sebelum dicampur ke dalam adonan cokelat, tempe digoreng terlebih dahulu dan diolah sedemikian rupa agar crispy . Selanjutnya, tempe baru dicampurkan ke dalam adonan cokelat. Tempe, memberikan rasa crispy, seperti kacang, mete, dan almond.

Usaha cokelat tempe dirintis Yoga sejak 2011. Sebagian besar produknya dijual secara online. Namun, ada 10 toko di Kota Malang yang sudah menyediakan cokelat tempe buatan Yoga.

Di Kalimantan, cokelat Yoga pun sudah akan terjual di 60 gerai yang sedang dirintis. Bahkan, Yoga sudah menjajaki kerja sama dengan toko swalayan untuk menjual produk cokelat tempe tersebut.

Selain cokelat cair, cokelat chips pun dijadikan bahan taburan bagi beberapa masakan yang disajikan. Adrian adalah pemilik salah satu kafe di Jalan MT Haryono, Kota Malang, yang menyajikan makanan cokelat sebagai pemanisnya.

"Cokelat bisa menjadi bagian pemanis makanan. Jika dikemas dengan baik, makanan sederhana akan bernilai jual lebih tinggi," ujarnya.

Beberapa kreasi dengan cokelat itu tampak dalam Festival Cokelat Malang yang digelar Sabtu (16/5) di Taman Krida Budaya Jawa Timur di Kota Malang. Setidaknya 40 stan usaha cokelat meramaikan acara yang digagas sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam suatu penyelenggara kegiatan itu.

Dari kegiatan itu terlihat bahwa usaha rumahan berbahan cokelat cukup berkembang di Malang. Dari puluhan stan tersebut, hanya 2-3 stan yang berasal dari luar Kota Malang. Sisanya berasal dari Malang Raya.

"Kami mau mengenalkan cokelat kreasi orang Indonesia. Sebagian orang Indonesia lebih suka membeli cokelat di luar negeri seperti Singapura atau Malaysia. Kini mereka akan tahu bahwa di Indonesia, khususnya di Malang, juga banyak usaha cokelat yang menarik dan berkualitas dan tidak kalah dari produk luar negeri," tutur Intan Pryllia, Ketua Panitia Festival Cokelat Malang. (DAHLIA IRAWATI)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X