Komnas PA: Orangtua Angkat Angeline Bisa Dicabut Hak Asuhnya - Kompas.com

Komnas PA: Orangtua Angkat Angeline Bisa Dicabut Hak Asuhnya

Kompas.com - 25/05/2015, 15:51 WIB
KOMPAS.com/SRI LESTARI Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait.

DENPASAR, KOMPAS.com — Margareta, ibu angkat dari Angeline (8), yang menghilang sejak Sabtu (16/5/2015) lalu, terancam tidak bisa mengasuh Angeline lagi karena diduga telah melakukan kekerasan terhadap anak tersebut. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait saat melakukan kunjungannya ke Polresta Denpasar.

"Indikasi kekerasan pada fisik dan mental, tetapi lebih kepada fisik. Kekerasan fisik mengakibatkan anak ini trauma. Lihat saja dari foto yang ditunjukkan, ada penurunan berat badan. Anak itu sering dimandikan gurunya karena tubuh dan badannya kotor. Saya tidak menduga-duga, tetapi ini hasil dari keterangan para saksi yang sudah dimintai keterangannya," kata Artist Merdeka Sirait, Denpasar, Bali, Senin (25/5/2915).

Komnas Perlindungan Anak merekomendasikan kepada semua pihak terkait dengan berbagai langkah, di antaranya siapa pun yang saat ini bersama Angeline agar segera menyerahkan ke polisi atau perwakilan Komnas Perlindungan Anak di Bali atau Lembaga Perlindungan anak (LPA) Bali agar penyebabnya segera diketahui. Selanjutnya, pihaknya akan menelusuri proses adopsi anak sah atau tidak secara hukum.

"Jika ada bukti kekerasan, pastilah ada langkah hukum dan kepolisian yang berwenang. Kalau adopsinya tidak bisa dibuktikan secara hukum, akan ada langkah hukumnya juga. Komnas Perlindungan Anak lebih pada perlindungan anaknya," ujarnya.

Arist mengatakan, orangtua kandung kemungkinan besar akan kembali mendapatkan hak asuh jika dalam proses hukum tidak sesuai dengan prosedur dan ibu angkatnya dinyatakan tidak layak asuh.

Informasi terbaru menyebutkan, Angeline hanya diadopsi melalui proses perjanjian sebatas notaris. Padahal, mengangkat anak harus sampai melalui proses pendaftaran di pengadilan negeri.

"Kalau ditemukan bahwa tidak layak untuk mengasuh karena ada kekerasan dapat dicabut hak kuasa asuh untuk sementara," kata Arist.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorCaroline Damanik

Terkini Lainnya

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Regional
Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Nasional
Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Edukasi
Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Regional
KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

Nasional
Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Regional
Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Regional
Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Edukasi
Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Internasional
Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Nasional
6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

Nasional
Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi 'Online' Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi "Online" Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Regional
Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

Edukasi
Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

Internasional
Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Regional

Close Ads X