Lagi, Ratusan Imigran Rohingya Kelaparan dan Terdampar di Aceh Timur

Kompas.com - 20/05/2015, 13:57 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDA ACEH, KOMPAS.com — Ratusan imigran asal Myanmar dan Banglades kembali terdampar di Pantai Julok, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (20/5/2015) dini hari. Ratusan manusia perahu ini diselamatkan oleh nelayan setelah ditemukan terapung di Perairan Aceh Timur.

Para imigran gelap ini ditemukan di Perairan Selat Malaka dalam kondisi memprihatinkan. Mereka saat ditemukan pertama kali, sekitar pukul 02.30 WIB, tengah dalam kondisi kelaparan dan mengalami dehidrasi.

Para manusia perahu ini pun dilayarkan ke darat untuk mendapat pertolongan lanjutan. Mereka dibawa ke daratan Kuala Geuleumpang, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur. Masyarakat setempat pun langsung berbondong-bondong membantu mereka dengan memberikan makanan secara sukarela.

Camat Kecamatan Julok, Zainuddin, mengatakan, para imigran tersebut ditampung di Meunasah, Desa Simpang Tiga Julok, dan langsung mendapat bantuan makanan dan pakaian dari warga setempat.

"Setelah sampai ke darat, langsung kita data, dan mereka berjumlah 374 orang. Ada juga anak-anak dan perempuan," kata Camat Julok, Zainuddin, Rabu, melalui telepon selulernya.

Berdasarkan keterangan para nelayan yang membantu para imigran tersebut, kata Zainuddin, saat ditemukan, perahu yang ditumpangi para warga terdiskriminasi ini nyaris tenggelam dengan kondisi mesin perahu yang mereka gunakan dalam keadaan mati.

"Nelayan melihat mereka melambaikan tangan dan kapal nelayan pun langsung merapat, kemudian ada beberapa dari mereka yang meloncat dan berenang ke kapal nelayan untuk meminta tolong," kata Zainuddin.

"Ada lima perahu nelayan yang menolong kelompok imigran Rohingya tersebut, tiga di antaranya mangangkut para penumpang dan dua kapal lainnya menarik perahu milik imigran yang rusak," kata dia.

Para imigran mengaku sudah lebih sebulan berada di lautan dengan stok makanan semakin menipis hingga habis saat ditemukan oleh nelayan. Mereka ini berasal dari wilayah barat Myanmar yang mendapat perlakukan diskriminasi oleh pemerintah junta militer Myanmar.

Selang sepekan sebelumnya, lebih dari 500-an warga Myanmar dan Banglades juga terdampar di Perairan Aceh Utara dan Kota Langsa, Provinsi Aceh. Diperkirakan, masih ada perahu imigran lainnya yang masih berada di lautan untuk mencari daratan sebagai tempat tinggal mereka yang baru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.