Kisah Abdul Sukur, Kakek Pengayuh Becak yang Sukarela Tambal Jalan Berlubang

Kompas.com - 19/05/2015, 06:30 WIB
Abdul Sukur, tukang becak yang secara sukarela menambal jalan yang rusak di wilayah Surabaya. Surya/Magdalena FransiliaAbdul Sukur, tukang becak yang secara sukarela menambal jalan yang rusak di wilayah Surabaya.
|
EditorCaroline Damanik

SURABAYA, KOMPAS.com
- Nama Abdul Sukur (65), kakek pengaruh becak asal Surabaya, mendadak melejit sepekan terakhir. Kakek delapan cucu ini mendadak tenar karena aktivitasnya menambal jalan berlubang di jalanan kota Surabaya.

Mbah Dul, begitu dia biasa disapa, tidak asing di pangkalan becak depan pusat perbelanjaan Plasa ITC di jalan Gembong Surabaya. Saat hendak ditemui, Senin (18/5/2015) sore, Mbah Dul tidak tampak di pangkalan becaknya.

Saat Kompas.com mendatangi rumahnya di Jalan Tambak Segaran I/27 Surabaya, Winarsih, putrinya, mengatakan, ayahnya baru saja berangkat ke Bandara Internasional Juanda Surabaya.

"Bapak diundang siaran langsung oleh dua TV nasional sampai Kamis nanti," katanya.

Ke Jakarta, Mbah Dul ditemani dua anaknya yakni Wahyuni, dan Agus Sholihin. Kata Winarsih, beberapa hari terakhir, selain kerap diundang wawancara media, ayahnya itu juga kerap diundang pejabat Pemkot Surabaya.

"Tiga hari lalu diundang Walikota Risma di kediamannya, dan siang tadi diundang Ketua DPRD Surabaya di kantornya," ungkap Winarsih.

Putri kelima Mbah Dul itu mengaku mengkhawatirkan kondisi kesehatan ayahnya, karena padatnya aktivitas beberapa terakhir. Sebelum berangkat ke bandara, dia mengaku sudah memberikan minuman sehat agar Mbah Dul tidak sakit.

"Ini tadi saja sudah mengeluh suaranya habis karena sering ditanya pejabat dan wartawan," tambahnya.

Selama 10 tahun terakhir, Mbah Dul mengabdi dengan menambal jalan berlubang di sekitar rumahnya. Aktivitasnya itu biasa dilakukan pada malam hari setelah penumpang becak dianggapnya sudah sepi.

Mbah Dul menambal jalan yang berlubang dengan bongkahan aspal yang tidak dipakai. Bongkahan aspal itu diangkutnya dengan becak ke lokasi jalan berlubang yang akan ditambal.

Empat ruas jalan di Surabaya utara tidak luput dari pantauannya, yakni jalan Gembong Tebasan, jalan di sekitar perlintasan Kereta Api ITC, Bunguran, dan Jalan Tambak Rejo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X