Moeldoko: Tes Keperawanan di TNI Itu Hukumnya Wajib

Kompas.com - 18/05/2015, 17:42 WIB
Panglima TNI Jenderal Moeldoko Kompas.com/SABRINA ASRILPanglima TNI Jenderal Moeldoko
|
EditorCaroline Damanik

MAGELANG, KOMPAS.com — Tes keperawanan dinilai menjadi poin penting dalam uji moralitas bagi calon prajurit perempuan TNI, di samping tiga hal penting lainnya yang wajib dimiliki oleh calon prajurit TNI, yakni mental, akademik, dan fisik yang baik.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal Moeldoko seusai menghadiri reuni Akabri angkatan 1981 di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Senin (18/5/2015), menanggapi pro dan kontra masyarakat terkait kebijakan tes keperawanan bagi perempuan yang hendak menjadi prajurit TNI.

"Di kami ada empat poin yang wajib dimiliki TNI, yaitu mental, moral, akademik, dan fisik yang baik. Tes keperawanan itu sendiri masuk dalam poin moral yang baik," ujar Moeldoko.

Mantan KSAD TNI itu beranggapan bahwa tidak ada permasalahan yang perlu dikhawatirkan dalam tes tersebut. Ia mengatakan, tes keperawanan adalah wajib dan sudah berjalan sejak lama di institusi TNI. Pihaknya pun tetap kukuh berpegang pada kebijakan tersebut, meski mendapat tekanan dari berbagai pihak yang menganggap bahwa tes keperawanan sama dengan melanggar hak asasi manusia (HAM) dan tidak berkaitan dengan tugas meningkatkan keamanan nasional.

"Sebenarnya, apa masalahnya (tes keperawanan)? Orang mau berbuat baik kok enggak boleh. Jadi, tes keperawanan di TNI itu hukumnya wajib, dan saya enggak mau dipengaruhi oleh siapa pun," katanya.

Pihaknya meminta semua pihak agar tidak membanding-bandingkan tes keperawanan di institusi TNI dengan sistem perekrutan prajurit militer Amerika. Menurut dia, kedua negara ini sudah jelas punya perbedaan budaya yang cukup mencolok.

"Jangan bandingkan tes ini dengan Amerika. Moral adalah poin yang sifatnya mutlak dimiliki oleh calon prajurit TNI," kata petinggi TNI asal Kediri, Jawa Timur, itu.

Namun, Moeldoko mengatakan bahwa tes keperawanan tidak menjadi nilai mutlak dalam penentuan kelulusan tes kesehatan pada penerimaan prajurit TNI.

"Bukan berarti ketika dicek tidak perawan itu tidak lulus tes karena ketidakperawanan seseorang bisa disebabkan berbagai hal. Misalnya, bisa saja dia pernah kecelakaan, jatuh. Kalau seperti itu, tentunya tidak berpengaruh terhadap hasil tesnya," ujar Moeldoko.

Moeldoko menambahkan, pihaknya memang berencana menambah perwira TNI perempuan. Sebab, menurut dia, hasil evaluasi di insitusi pendidikan TNI menunjukkan bahwa para taruni sudah menunjukkan predikat positif. Namun, Moeldoko mengaku masih akan menggelar evaluasi ketika mereka sudah terjun di satuan-satuan TNI.

"Saya lihat memang ada kecenderungan penambahan (anggota) TNI perempuan. Kalau di dalam pendidikan sekarang, (taruni) sudah sangat bagus. Namun, kami harus melihat dan evaluasi, nanti di dalam penugasan seperti apa," ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Regional
UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

Regional
Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Regional
Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Regional
Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Regional
Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Regional
Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Regional
Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Regional
Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Regional
Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Regional
Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Regional
Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Regional
Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Regional
Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X