Kompas.com - 12/05/2015, 15:03 WIB
Mahasiswa demo soal letak kabupaten Buton Utara ricuh dan terlibat kejar- kejaran dengan petugas Sat Pol PP, sebelumnya mereka diterima Kabag Pemerintahan Pemprov Sultra di depan pintu gerbang kantor Gubernur Sultra. KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIMahasiswa demo soal letak kabupaten Buton Utara ricuh dan terlibat kejar- kejaran dengan petugas Sat Pol PP, sebelumnya mereka diterima Kabag Pemerintahan Pemprov Sultra di depan pintu gerbang kantor Gubernur Sultra.
|
EditorCaroline Damanik

KENDARI, KOMPAS.com
- Aksi unjuk rasa belasan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Lintas Buton Utara, di kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, jalan Haluoleo Kendari, Selasa (12/5/2015), berlangsung ricuh.

Mahasiswa yang memprotes letak ibukota Kabupaten Buton Utara dikejar petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) hingga di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sultra.

Setelah saling kejar, mahasiswa dipukul mundur sampai di perempatan Mapolda Sultra. Tak hanya itu, petugas Sat Pol PP juga melakukan pengejaran sampai masuk ke dalam kebun jati di kawasan perkantoran Pemprov Sultra. Akibatnya, beberapa pengunjuk rasa terkena pukulan petugas Sat Pol PP.

Beruntung, aksi itu tidak berlangsung lama, karena petugas kepolisian dari Polres Kendari berhasil mengatasi kejadian itu. Peristiwa itu dipicu ketersingunggan pendemo lantaran ada staf pemprov Sultra menertawai aksinya. Mereka merasa dilecehkan sehingga terjadi ketegangan antara kedua belah pihak dan menimbulkan aksi kejar-kejaran.

Sebelum insiden itu, para mahasiswa diterima oleh Kepala Bagian (Kabag) Kerjasama Biro Pemerintahan Pemprov Sultra, Abdillah Joendes. Dia menjelaskan bahwa aspirasi yang disampaikan para pengunjuk rasa akan ditindaklanjuti kepada pimpinannya.

"Saya terima pernyataan sikap teman-teman dan segera akan saya sampaikan ke pimpinan. Karena kewenangan saya tidak bisa memberikan sikapa atas tuntutan rekan-rekan," kata Abdillah di hadapan mahasiswa, Selasa siang.

Mendengar penjelasan itu, massa tak puas dan bersitegang dengan beberapa staf kantor Gubernur Sultra. Mahasiswa, dalam pernyataan sikapnya mendesak Pemerintah Provinsi dan DPRD Sulawesi Tenggara untuk menuntaskan polemik ibukota Kabupaten Buton Utara.

"Kami minta Mendagri RI untuk segera mengambil langkah-langkah konkrit pemakzulan terhadap Bupati Buton Utara (Ridwan Zakariah), sebab telah terbukti melanggar sumpah/janji jabatannya sebagai kepala daerah, karena tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan," kata koordinator aksi Edi Dono.

Sesuai UU nomor 14 tahun 2007 tentang pemekaran kabupaten Buton Utara, lanjut Edi, ibukota kabupaten ditetapkan di Buranga. Tetapi pemerintah daerah malah melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan berpusat di Kulisusu.

"Karena itu kami mendesak DPRD Provinsi Sultra, untuk segera bersurat memanggil Bupati Butur terkait segala pelanggaran perundangan-undangan yang dilakukan terkait masalah polemik Ibukota Kabupaten Butur," ungkapnya.

Edi melanjutkan, pihaknya akan kembali melakukan aksi besar-besaran dan memboikot jalannya pemerintahan di Kabupaten Buton Utara karena mereka menganggap pemerintah daerah tidak konsisten mejalankan peraturan perundangan-undangan yang berlaku sehingga rentan terjadinya konflik di masyarakat.

Sebelumnya, pemda dan DPRD Buton Utara bersama gubernur Sultra menyepakati ibukota kabupaten Buton Utara, diganti dari semula bernama Buranga menjadi Kulisusu. Pergantian nama ibukota kabupaten itu didasari Karena Burangan dan Kulisusu masih dalam kawasan yang sama.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X