Gelar Doktor Rektor Palsu, Mahasiswa Desak Polisi Bertindak

Kompas.com - 11/05/2015, 17:00 WIB
Mahasiswa gabungan yang berasal dari organisasi Front Mahasiswa Nasional, Kemahasiswaan Nusa kenari  dan Serikat Mahasiswa Tatakata, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Polda NTT, menuntut polisi menindaklanjuti kasus dugaan penggunaaan gelar Doktor palsu yang digunakan Rektor PGRI Kupang, Semuel Haning. Kompas.com/Sigiranus Marutho BereMahasiswa gabungan yang berasal dari organisasi Front Mahasiswa Nasional, Kemahasiswaan Nusa kenari dan Serikat Mahasiswa Tatakata, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Polda NTT, menuntut polisi menindaklanjuti kasus dugaan penggunaaan gelar Doktor palsu yang digunakan Rektor PGRI Kupang, Semuel Haning.
|
EditorCaroline Damanik

KUPANG, KOMPAS.com
- Sejumlah mahasiswa dari beberapa organisasi kepemudaan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kepolisian Daerah (Polda) NTT. Mereka menuntut polisi untuk mengusut tuntas kasus pemalsuan gelar Doktor (DR) yang dilakukan oleh Rektor Universitas PGRI Kupang, Semuel Haning.

Berdasarkan pantauan, Senin (11/5/2015) siang, terlihat mahasiswa gabungan yang menamakan diri Forum Peduli Keadilan bagi Pendidikan itu melakukan orasi dengan pengeras suara sambil membawa poster yang bertuliskan polisi harus segera tangkap para mafia pendidikan.

Koordinator aksi, Inosentio Naitio, mengatakan, aksi para mahasiswa ini dilakukan lantaran kasus pemalsuan gelar oleh Rektor PGRI Semuel Haning yang telah dilaporkan sejak tahun 2014 lalu tidak kunjung ditindaklanjuti sampai saat ini alias mandek.

“Kasus dugaan pemalsuan gelar ini telah dilaporkan oleh dosen dan pegawai Universitas PGRI Kupang ke Kepolisian Resor Kupang Kota, pada Jumat (25/7/2014) lalu, namun sampai hari ini tidak ditindaklanjuti dengan serius sehingga kita mau bertemu langsung dengan Kapolda NTT untuk menyampaikan terkait mandeknya kasus ini,” kata Inosentio.

Menurut dia, dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 67 ayat 1 dan 2, tertulis bahwa pengguna gelar palsu akan dijerat hukuman 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta.

Inosensius mengatakan, pada saat wisuda bulan April 2014, di dalam ijazah para lulusan tertulis jelas nama Rektor Universitas PGRI Kupang, Semuel Haning dengan gelar Doktor, namun pada Bulan September 2014 gelar Doktor sudah tidak dipakai lagi, dengan alasan gelar itu sudah dicabut oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi.

“Ini jelas bahwa oknum ini (Rektor Semuel Haning) sudah mengaku bahwa gelar itu palsu, tetapi kok pihak kepolisian tidak melihat persoalan ini. Akibat penggunaan gelar itu, berdampak hukum pada sekitar 400 lulusan Universitas PGRI khususnya yang diwisuda pada Bulan April 2014, karena dalam ijazah tertulis gelar Doktor. Kasihan para lulusan itu saat mereka hendak melamar pekerjaan,” kata Inosentio.

Karena aksi mereka tidak ditanggapi langsung oleh Kapolda NTT, Inosentio mengatakan, mahasiswa berencana akan menggelar aksi mengumpulkan koin seribu untuk mengirim utusan mahasiswa ke Jakarta guna menemui pimpinan Polisi di Mabes Polri.

Terkait aksi itu, Rektor Universitas PGRI Kupang, Semuel Haning yang dihubungi melalui pesan singkat mengaku mendukung aksi para mahasiswa itu.

“Saya dukung aksi mereka (mahasiswa). Aspirasi menyampaikan opini sebagai warga negara,” kata Semuel singkat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.