Kompas.com - 08/05/2015, 11:31 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo Kompas.com/Nazar NurdinGubernur Ganjar Pranowo "ngopi" bersama dengan 70 pengawas jalan di Jawa Tengah di Omah Kopi Grobogan, Kamis (7/5/2015).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

GROBOGAN, KOMPAS.com – Suasana di Desa Tambak Selo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (6/5/2015) sore lalu, heboh. Masyarakat desa yang terletak di pelosok itu menantikan kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Bagi mereka, didatangi pemimpin dan memiliki kesempatan untuk berdialog langsung adalah hal yang langka dan istimewa. 

Saat Ganjar tiba, wajah para warga yang telah berkumpul terlihat puas. Pertemuan pun berlangsung tanpa sekat dan dalam suasana hangat. Ganjar mampir di rumah salah seorang warga, Sri Rahayu, selama 30 menit, tanpa pengawalan ketat. 

Setelah melihat usaha industri rumahan di desa itu, Ganjar mencicipi jajanan yang disuguhkan. Tak berapa lama, ia mengambil sebuah mikrofon dan menyapa warga.

“Siapa tadi yang mau foto dengan saya,?” seru Ganjar, yang seketika itu langsung berdiri.

Warga pun berebutan menarik politisi PDI Perjuangan ini untuk foto bersama secara bergantian. Juru foto Pemprov Jawa Tengah yang semula santai, mendadak sibuk. Entah berapa puluh foto yang dijepretnya.

Di antara warga yang berebut foto dengan Ganjar, ada seorang nenek yang meminta foto sendirian dengan sang Gubernur. Ia menempatkan lengan kanannya di sela tangan kiri Ganjar dan meminta yang lainnya untuk menyingkir. 

“Yang lain, minggir. Aku tak foto sama Pak Gubenur. Minggir-minggir,” teriak ibu itu.

Namun, warga lain tak mengindahkan permintaan ibu itu dan berdesakan untuk ikut foto bersama.

Diplomasi Kopi

Kebiasaan Ganjar menyambangi warga tak hanya dilakukannya ke desa-desa. Ia juga sering membangun dialog secara langsung dengan para pegawai pemerintah. Salah satu yang sering dijalankannya sering disebut dengan forum "diplomasi kopi". Biasanya, bersama para pegawai pemprov, Ganjar duduk lesehan sambil menikmati kopi. Perbincangan pun berjalan mengalir. Melalui kopi, ia mengajak pegawainya itu duduk lesehan. Semua bebas bicara, tak ada sekat antara majikan dengan bawahan. Pada kesempatan itu, Ganjar biasanya memberikan berbagai masukan tentang pelayanan pemerintahan dan persoalan yang ada di masyarakat. 

Diplomasi kopi juga dilakukan Ganjar saat berkomunikasi dengan kalangan civitas akademika. Para mahasiswa, dosen diajak berdiskusi di kantin kampus, yang terbuka untuk siapa pun. 

Untuk kalangan remaja, Ganjar juga menggelar dialog “Gubernur Mengajar”. Hal itu dilakukannya setiap pekan di berbagai daerah.

Dengan terobosan pola komunikasi yang dibangunnya, Ganjar membuat terobosan untuk membangun hubungan yang lebih cair dengan warga. Tanpa disadari, masyarakat mungkin "tersihir" dengan cara yang dilakukannya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X