Pegiat Anti Korupsi Sulsel Kecam Penangkapan Novel Baswedan

Kompas.com - 02/05/2015, 02:15 WIB
Sejumlah kuasa hukum penyidik KPK Novel Baswedan tidak diperbolehkan mendampingi kliennya di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (1/5/2015). KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOSejumlah kuasa hukum penyidik KPK Novel Baswedan tidak diperbolehkan mendampingi kliennya di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (1/5/2015).
|
EditorHindra Liauw
MAKASSAR, KOMPAS.com - Pegiat antikorupsi Sulsel mengecam penangkapan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan oleh penyidik Badan Reserse Kriminal Polri pada Jumat (1/5/2015) dini hari. Penangkapan itu dinilai bentuk arogansi dan pembangkangan Polri terhadap perintah Presiden Joko Widodo.

Aktivis Anti Corrupption Committee (ACC), Wiwin Suwandi, mengatakan bahwa penangkapan itu sarat unsur rekayasa.

"Apalagi Novel sedang menyidik beberapa kasus korupsi besar. Penangkapan ini menyiratkan pesan jelas, Polri membangkang terhadap perintah Presiden yang meminta untuk tidak dilakukan kriminalisasi kepada KPK termasuk kasus Novel Baswedan," kata Wiwin di Makassar, Jumat.

Ia juga menilai bahwa Polri terlihat lebih tunduk pada kepentingan politik ketimbang kepentingan hukum.

Maka itu, Wiwin bersama Masyarakat Antikorupsi (MARS) Sulsel mendesak Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk menghentikan kriminalisasi terhadap KPK.

"Kami mendorong koalisi nasional antikriminalisasi terhadap KPK untuk membuat sikap tegas Presiden Jokowi yang membiarkan kesewenang-wenangan hukum terus terjadi. Kalau Presiden tidak mengeluarkan perintah penghentian kriminalisasi kepada pimpinan dan penyidik KPK, maka kami anggap Presiden turut menjadi bagian dari konspirasi melemahkan KPK," tegasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani 'Rapid Test'

Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani "Rapid Test"

Regional
Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Regional
Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Regional
Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Regional
Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Regional
Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Regional
Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Regional
Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Regional
New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

Regional
Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Regional
Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Regional
Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Regional
Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Regional
Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Regional
Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X