Ganjar Pranowo: "May Day", Satu Hari Buruh sebagai Raja

Kompas.com - 30/04/2015, 15:39 WIB
Warga Kedungjati Grobogan, Romadhan curhat pada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Kamis (23/4/2015). Warga ingin harga jagung dianikkan. Kompas.com/Nazar NurdinWarga Kedungjati Grobogan, Romadhan curhat pada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Kamis (23/4/2015). Warga ingin harga jagung dianikkan.
|
EditorCaroline Damanik

UNGARAN, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, perayaan May Day akan sangat bermakna jika akhirnya adalah terwujudnya hubungan yang harmonis antara pekerja dengan pengusaha. Ganjar ingin pada tanggal 1 Mei ini, para pekerja atau buruh dimanjakan selayaknya raja.

"Akan sangat lebih menarik jika dalam may day ini, satu hari buruh sebagai raja. Kalau bisa dilakukan, relasi buruh, pengusaha akan menarik," kata Ganjar, di Ungaran, Rabu (29/4/2015).

Ganjar mengaku program memanjakan buruh pada May Day ini sudah dia mulai sejak tahun lalu. Pada peringatan hari buruh internasional tersebut pihaknya menggelar kegiatan yang bersifat edukatif dan rekreatif seperti bazaar, diskon belanja dan sebagainya.

"Pokoknya hri itu buruh betul-betul menikmati," ungkap Ganjar.

Menurut Ganjar, saat ini buruh menghadapi empat persoalan mendasar terkait kesejahteraan dan taraf hidup mereka. Keempat persoalan itu adalah, pendidikan anak-anak buruh, kesehatan keluarga buruh, akomodasi dan transportasi.

"Kalau sudah ada KIP (kartu Indonesia pintar) dan KIS (kartu Indonesia sehat) dua hal ini (pendidikan dan kesehatan) bisa diambil alih. Kalau akomodasi dan transportasi ini, mudah-mudahan dengan program satu juta rumah akan terselesaikan," ungkapnya.

"Jika empat hal ini dipenuhi, (maka) hubungan industrial buruh-pengusaha akan menjadi baik," imbuhnya.

Ganjar menyebutkan, di provinsi yang dipimpinnya ada 22.403 perusahaan, dengan jumlah pekerja mencapai 1.249.434 orang. Sementara itu, untuk serikat pekerja, sesuai hasil verifikasi tahun 2014, diketahui ada 1.432 kelompok, dengan jumlah anggota 404.711 orang. Forum komunikasi serikat pekerja nasional sebanyak 70 unit serikat kerja dan serikat buruh, dengan anggota 50.958 orang.

“Ada empat pesoalan yang dialami buruh. Tentang nasib anaknya berkaitan dengan pendidikan, kesehatan. Jika dua hal ini bisa terpenuhi lewat KIS dan KIP, maka negara sudah mengambil alih. Tinggal akomodasi dan transportasi. Mudah-mudahan, melalui pembangunan satu juta rumah ini dapat menjadi salah satu solusi bagaimana menyesaikan persoalan akomodasi dan transportasi,” katanya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Seorang Ibu Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur

Kronologi Seorang Ibu Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur

Regional
Cerita Wahyuni Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur, Beralas Tikar Pandan dan Dipayungi Warga

Cerita Wahyuni Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur, Beralas Tikar Pandan dan Dipayungi Warga

Regional
Apes, Pelaku Ini Tak Sadar Tawarkan Jasa Khusus Jalan Tikus Bebas Rapid Test ke Danramil dan Ditangkap

Apes, Pelaku Ini Tak Sadar Tawarkan Jasa Khusus Jalan Tikus Bebas Rapid Test ke Danramil dan Ditangkap

Regional
Tol Pekanbaru-Dumai Gratis Selama Dua Pekan

Tol Pekanbaru-Dumai Gratis Selama Dua Pekan

Regional
Istri Gubernur Bali Terpapar Covid-19, Diumumkan lewat Video Berdurasi 13 Menit

Istri Gubernur Bali Terpapar Covid-19, Diumumkan lewat Video Berdurasi 13 Menit

Regional
Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Regional
Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Regional
Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Regional
Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Regional
Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Regional
Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Regional
Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Regional
Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Regional
Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Regional
30 Nakes di Sorong Terpapar Covid-19, Rumah Sakit dan 3 Puskesmas Ditutup

30 Nakes di Sorong Terpapar Covid-19, Rumah Sakit dan 3 Puskesmas Ditutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X