Kompas.com - 29/04/2015, 04:02 WIB
Poster yang dibawa para pengunjuk rasa di luar Istana Merdeka, Senin (27/4/2015) yang menuntut pengampunan bagi terpidana mati asal Filipina Mary Jane Veloso. AFP/ADEK BERRYPoster yang dibawa para pengunjuk rasa di luar Istana Merdeka, Senin (27/4/2015) yang menuntut pengampunan bagi terpidana mati asal Filipina Mary Jane Veloso.
EditorHindra Liauw


KUPANG, KOMPAS.com
 - Aktivis buruh migran yang tergabung dalam Komunitas Sant'Egidio Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengapresiasi keputusan Kejaksaan Agung yang menunda eksekusi terpidana mati kasus narkoba, Mary Jane Veloso.

"Perjuangan dan doa banyak orang telah menyelamatkan ibu dua anak itu dari ancaman hukuman mati," kata moderator Komunitas Sant'Egidio Kupang Romo Yanuar Kado di Kupang, Rabu (29/4/2015).

Ia menilai sikap Jaksa Agung M Prasetyo tepat dan bijaksana.

"Langkah dan keputusan pemerintah melalui Jaksa Agung ini patut diapresiasi karena menunda eksekusi mati terhadap Mary Jane Veloso yang diduga kuat merupakan korban sindikat narkoba internasional," katanya.

Mary Jane merupakan perempuan asal Filipina yang miskin dan berniat menjadi buruh migran di Malaysia. Namun, dia tertipu dan menjadi korban perdagangan manusia hingga tertangkap di Yogyakarta.

Oleh karena itu, para anggota Komunitas Sant'Egidio Kupang sempat menggelar aksi 1.000 lilin untuk kehidupan di Jalan El Tari Kupang, Selasa malam.

Sebelumnya, Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mendatangi Kejaksaan Agung guna memberikan surat tanda terima Pengajuan Kembali (PK) II Mary Jane ke PN Sleman Yogyakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami datang ke sini untuk memberikan surat tanda terima pengajuan PK Mary Jane yang kedua ke PN Sleman Yogyakarta," kata Wakil Ketua Komnas Perempuan Yunianti Chuzaifah di depan Gedung Kejagung di Jakarta, Senin.

Menurut Yunianti, Kejaksaan Agung harus mempertimbangkannya.

"Ada informasi pelaksanaan eksekusi akan dilakukan Selasa. Jadi kami meminta Jaksa Agung untuk mempertimbangkan dan menunda pelaksanaan eksekusi terhadap Mary Jane dengan memberikan kesempatan Mary Jane untuk mengajukan PK kedua," kata dia.

Dengan PK II itu, katanya, bisa melihat kembali putusan hukuman mati yang dijatuhkan terhadap Mary Jane.

"Kita juga meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk tidak mengeksekusi terpidana mati asal Filipina Mary Jane Veloso," kata dia.

Informasi yang dihimpun, Maria Kristina Sergio, tersangka perekrut Mary Jane Veloso, telah menyerahkan diri kepada polisi Filipina, Selasa.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.