Kompas.com - 28/04/2015, 09:49 WIB
Rifa Indriani, bayi perempuan yang usianya belum genap tiga tahun sudah sejak tujuh bulan lalu terbaring sakit, akibat tumor yang menyerang perutnya. KOMPAS.com/ FIRMANSYAHRifa Indriani, bayi perempuan yang usianya belum genap tiga tahun sudah sejak tujuh bulan lalu terbaring sakit, akibat tumor yang menyerang perutnya.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BENGKULU, KOMPAS.com — Rifa Indriani, buah hati pasangan Amrina Rosada (21) dan Firman Ahmadi (23), warga Desa Linau, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Bengkulu, yang menderita tumor di perut itu, meninggal dunia di RSCM Jakarta, Selasa (28/4/2015) pukul 00.15 WIB. (Baca: Bayi Penderita Tumor yang Diobati Dedaunan Dirujuk ke RSCM)

Rifa, yang belum genap berusia 3 tahun, telah dua bulan menjalani perawatan di RSCM dengan biaya yang ditanggung Pemerintah Provinsi Bengkulu. Namun, bocah perempuan ini tetap tak bisa diselamatkan. "Selama di RSCM, anak saya dua kali dioperasi. Operasi tahap pertama pembuangan cairan di perutnya," kata Firman saat dihubungi melalui telepon genggamnya.

Operasi kedua dengan pengangkatan kista, tetapi tak dapat diangkat, dan dilanjutkan dengan penyambungan usus. Setelah itu, Rifa tak sadarkan diri. Baru pada Kamis (23/4/2015), ia sadar, tetapi selanjutnya koma. Rifa kemudian memasuki fase kritis dan akhirnya meninggal dunia. Jenazah Rifa akan dibawa pulang ke Bengkulu pada hari ini.

Rifa Indriani didiagnosis menderita intra-abdomen susp tratama selama hampir sembilan bulan. Tragisnya, selama tujuh bulan, Rifa tak mendapatkan perawatan medis karena keterbatasan biaya dan pengetahuan orangtuanya.

Makin hari, tubuh bocah ini mengecil dengan perut membesar. Selama menderita sakit, Rifa hanya mendapatkan pengobatan dedaunan saja, tak mendapatkan perawatan medis. (Baca: Tumor di Perut, Bayi Rifa Hanya Diobati Pakai Dedaunan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.