Kompas.com - 24/04/2015, 04:46 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/NAZAR NURDINGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
|
EditorBayu Galih

SOLO, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan implementasi terkait skema rencana daulat pangan di tahun 2015. Implementasi yang dikembangkan tidak jauh berbeda, laiknya sistem integrated farming, pendampingan penyuluhan, hingga upaya peningkatan produktifitas.

Untuk menjamin kelancaran program, Pemprov Jateng bahkan telah meminta bantuan kepada pusat untuk mem-back up implementasi yang dilakukan.

“Saya nanti lapor ke Presiden. Saya ingin memastikan program presiden itu serius apa tidak? Kalau iya, saya minta bendungan, dan beragam perlengkapan lain. Itu kemudian sudah dikasih. Selanjutnya, nanti saya minta kuota,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kamis (23/4/2015).

Implementasi integrated farming misalnya, akan dilakukan dengan pemanfaatan lahan kurang produktif milik badan usaha negara. Lahan kosong di sisa lahan akan dimanfaatkan untuk bercocok tanam, sehingga lahan kosong tetap bisa menghasilkan.

Terkait skema pendampingan penyuluhan, Pemprov Jateng berusaha kuat agar bisa memenuhi satu penyuluh untuk satu desa. Namun, masalah berlanjut karena harus mengeluarkan anggaran untuk membayar pendamping penyuluhan.

“Saat UU Penyuluhan Pertanian itu dibuat, saya menggabungkan tiga kementerian yang susahnya minta ampun, menteri pertanian, kehutanan dan perikanan dan kelautan. Masalahnya ya di menteri keuangan, uangnya tidak ada,” ujar Ganjar, di sela berbicara di para temu teknis tenaga harian lepas dab tenaga bantu penyuluh pertanian di Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Karena mendapati hal tersebut, akhirnya biaya pendampingan penyuluh menjadi masalah. Bahkan, Ganjar mendapat surat protes dari Kementerian Pertanian terkait hal tersebut.

“Saya dapat surat cinta dari menteri peranian. Suratnya juga sudah kami tolak, kirimnya Oktober, ya kami tolak. Telat kirimnya,” tutur politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara terkait peningkatan produktivitas diimplementasikan dengan pemanfaatan peralatan modern. Peralatan itu antara lain transplater (alat penanam padi otomatis), combine harvester (alat pemanen padi), atau alat lainnya.

Bagi Ganjar, yang terpenting adalah mengusahakan agar harga bisa kompetitif. Untuk itulah, dalam tiap panen, dia meminta badan urusan logistik untuk turun menyerap pasar.

“Saya juga sudah matur (bilang) ke menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Saya bilang kalau Bulog sudah masuk ke Jawa Tengah harusnya dibeli gabah, jagung dan lainnya. Jangan hanya bilang izin saja,” kata Ganjar.

Pemprov Jawa Tengah sendiri juga mencanangkan daulat pangan untuk tiga prioritas, yakni Padi, Jagung dan Kedelai atau yang disingkat (Pajale). Target selama tahun 2015 ini, untuk gabah kering giling sebanyak 11, 137 juta ton, jagung pipilan kering sebanyak 3,167 juta ton, dan kedela biji kering 139 ribu ton.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.