Nenek Asyani: Ayo Sumpah Pocong Pak, Jangan Pergi Dulu...

Kompas.com - 23/04/2015, 17:08 WIB
Asyani bersimpuh di depan Majelis Hakim diakhir sidang replik, Kamis (16/4) di Pengadilan Negeri Situbondo. Asyani menangis histeris karena Jaksa menyebutnya mencuri kayu jati. Jaksa penuntut umu menuntutnya hukuman 1 tahun penjara, dengan 18 bulan masa percobaan, dan denda Rp 500 juta subside 1 hari kurungan. Kompas/Siwi Yunita CahyaningrumAsyani bersimpuh di depan Majelis Hakim diakhir sidang replik, Kamis (16/4) di Pengadilan Negeri Situbondo. Asyani menangis histeris karena Jaksa menyebutnya mencuri kayu jati. Jaksa penuntut umu menuntutnya hukuman 1 tahun penjara, dengan 18 bulan masa percobaan, dan denda Rp 500 juta subside 1 hari kurungan.
|
EditorGlori K. Wadrianto
SITUBONDO, KOMPAS.com — Asyani, seorang nenek warga Dusun Krastal, Desa Jatibanteng, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (23/4/2015), menantang majelis hakim untuk melakukan sumpah pocong. Wanita itu tidak bisa menerima vonis hakim yang menyatakan dia bersalah.

Tantangan nenek Asyani itu diucapkan secara spontan seusai majelis hakim Pengadilan Negeri Situbondo, yang diketuai Kadek Dedy Arcana, mengetuk palu yang menyatakan dia bersalah. "Guleh tak salah, Pak, sompa pocong mara. (Saya tidak bersalah, Pak, ayo sumpah pocong)," ucap nenek Asyani.

Bahkan ajakan untuk melakukan sumpah pocong itu diucapkan nenek Asyani berkali-kali. "Majuh sompa pocong, Pak. Jek duli ngalle (Ayo sumpah pocong, Pak. Jangan pergi dulu)," pinta Asyani kepada majelis hakim.

Meski mendengar permintaan itu, majelis hakim terus beranjak dari kursinya dan berlalu dari ruang sidang. Tidak hanya itu, Asyani juga menyatakan kekecewaannya terhadap Kepala KRPH Perhutani Jatibanteng dan jaksa penuntut umum. "Jahat Pak Sawin, jaksana jahat kiyah. (Jahat Pak Sawin (Kepala KRPH Perhutani Jatibanteng, jaksanya jahat juga)," kata dia.

Sebelumnya, majelis hakim menjatuhkan vonis satu tahun penjara dengan masa percobaan 15 bulan kepada Asyani. Selain itu, majelis hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp 500 juta dengan subsider satu hari masa kurungan.

Namun, karena pertimbangan usia dan kesehatan Asyani, subsider kurungan tersebut tidak perlu dijalani. Atas vonis itu, penasihat hukum Asyani akan melakukan upaya banding.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Regional
Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Regional
'Fun Bike' Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

"Fun Bike" Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

Regional
Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

Regional
Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

Regional
Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
Gerakan 'Rakyat Bantu Rakyat' di Yogyakarta, Siapkan Makanan untuk Buruh Gendong di Masa Pandemi

Gerakan "Rakyat Bantu Rakyat" di Yogyakarta, Siapkan Makanan untuk Buruh Gendong di Masa Pandemi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 25 Oktober 2020

Regional
Dampak Gempa Pangandaran, 15 Rumah di Ciamis dan Garut Rusak

Dampak Gempa Pangandaran, 15 Rumah di Ciamis dan Garut Rusak

Regional
KPU Gelar Debat Pilkada Kabupaten Semarang 2020 Hanya Satu Kali

KPU Gelar Debat Pilkada Kabupaten Semarang 2020 Hanya Satu Kali

Regional
Polisi Minta Panitia dan Peserta Fun Bike Bubar karena Abai Protokol Kesehatan

Polisi Minta Panitia dan Peserta Fun Bike Bubar karena Abai Protokol Kesehatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X