Tukang Sayur Menangi Undian Berhadiah Mobil

Kompas.com - 23/04/2015, 15:07 WIB
Mery Daton di depan mobil hasil undian yang dimenangkannya. Sejak diterima lebih sebulan lalu, mobil tersebut dibungkus dengan terpal agar tak berdebu. KOMPAS.com/SukocoMery Daton di depan mobil hasil undian yang dimenangkannya. Sejak diterima lebih sebulan lalu, mobil tersebut dibungkus dengan terpal agar tak berdebu.
|
EditorCaroline Damanik

NUNUKAN, KOMPAS.com 
— Mery Daton mengaku masih belum percaya bahwa dirinya memenangi hadiah utama dari sebuah ajang undian bank berupa mobil Ayla berwarna putih.

Mery adalah seorang penjual sayur keliling, warga Jalan Lapangan Terbang yang merantau dari Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rumah berdinding bambu yang jadi tempat tinggalnya sekarang bahkan dipinjamkan oleh kerabatnya.

Sebuah gubuk dari bambu yang beratap seng didirikan di samping rumah untuk menaungi hadiah mobil yang diterimanya. Mobil tersebut masih ditutup rapat dengan terpal warna biru. Mery mengaku agar mobil tersebut tidak berdebu.

“Saya masih tidak percaya kalau menang undian. Petugas bank yang ke sini pun sampai membacakan sendiri surat pemberitahuan bahwa saya menang undian mobil. Saya pikir menipu, sampai saya diundang ke bank seminggu setelah pemberitahuan baru saya percaya,” ujarnya, Kamis (23/4/2015).


Mery sendiri tidak tahu pasti mau diapakan hadiah mobil undian tersebut. Untuk memanasi mobil sesekali, Mery mengaku meminta tolong kepada pemilik tanah tempatnya menumpang. Sejak diterima lebih dari sebulan lalu, mobil warna putih itu belum pernah keluar dari garasi bambu yang didirikan Mery. Padahal, sudah ada sejumlah warga yang pernah datang ke gubuknya untuk menawar mobil undian tersebut.

“Ada beberapa warga yang menawar Rp 70 juta. Pokoknya saya bersih terima Rp 70 juta, dia sendiri yang akan mengurus surat-suratnya ke Tarakan. Tetapi, kami tidak mau jual,” imbuhnya.

Mery mengaku masih menunggu suaminya yang bekerja di Malaysia sebagai buruh migran. Dia menyerahkan kepada suaminya nanti apakah mobil itu mau dijual untuk beli tanah atau mau dibawa pulang ke kampung halaman di NTT.

”Masih nunggu suami dari Malaysia. Terserah nanti mau dijual atau dibawa pulang ke NTT,” tuturnya.

Saat nama Mery keluar sebagai pemenang, petugas bank mengaku sempat bingung mencari alamat Mery. Petugas bank itu mengaku butuh waktu seminggu untuk mencari alamat Mery.

“Undiannya akhir Februari kemarin. Kami memang agak kesulitan mencari alamat pemenang. Kami kira TKI karena biasanya begitu. Kami memang harus mencarinya karena kalau tidak diketahui alamat pemenangnya selama satu bulan, maka kami akan menghibahkan mobil tersebut ke instansi pemerintah,” ujar pegawai bank yang enggan disebutkan namanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X