Kompas.com - 23/04/2015, 12:57 WIB
20.000 siswa dan masyarakat di Indonesia berpartisipasi dalam pemecahan rekor dunia KOMPAS.com/RENI SUSANTI20.000 siswa dan masyarakat di Indonesia berpartisipasi dalam pemecahan rekor dunia "Guinness Book" untuk angklung terbanyak. di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (23/4/2015).
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com - Warga Bandung memecahkan rekor dunia angklung dengan pemain terbanyak. Rekor sebelumnya dipegang oleh Jakarta pada 2008 dengan jumlah pemain mencapai 11.000 orang.

"Hari ini, sebanyak 20.704 warga Bandung memainkan angklung. Dan ini memecahkan rekor dunia," ujar Wakil Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), Oscar Semesta Susilo dalam acara Harmony Angklung for the World 20.000 People Playing Angklung di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (23/4/2015).

Oscar menjelaskan, secara mandiri mereka berkejasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menghitung peserta pemain angklung. Caranya dengan menggunakan barcode.

"Setiap pemain angklung memiliki nomor barcode yang diperiksa di pintu masuk. Dengan sistem ini hanya bisa sekali masuk. Kalaupun barcode yang sama masuk, tidak akan terhitung karena tidak masuk ke sistem," imbuhnya.

Hingga pukul 10.20 WIB, sambung Oscar, jumlah peserta menurut barcode sudah mencapai 16.000 orang. Dilihat dari itu saja, sudah ketahuan rekor dunia akan terpecahkan. Pemecahan rekor dunia ini membuktikan pada dunia bahwa angklung itu adalah milik Indonesia.

Dengan cara ini pula, Indonesia akan terus menjaga agar angklung tidak punah. Ia berharap, di masa depan akan ada banyak musik tradisional yang memecahkan rekor. Karena Indonesia memiliki banyak ragam budaya dan kesenian tradisional. Piagam Muri tersebut langsung diserahkan pada Ridwan Kamil sebagai perwakilan warga Kota Bandung sekitar pukul 11.30 WIB.

Adapun piagam dari Guinness World Records akan diberikan setelah dilakukan rapat di London, Inggris.

"Kita berdoa semoga di depan ada kabar baik kita tercatat di Guinness World Records," tutur Emil.

Untuk meyakinkan, perwakilan Guinness World Records meminta 20.000 peserta memainkan angklung kembali bersama-sama. Di bawah komando Ridwan Kamil dan perwakilan Saung Angklung Udjo (SAU), para peserta memainkan lagu We Are The World milik Michael Jackson. Seusai memainkan lagu We Are The World, acara pun ditutup dengan lagu Padamu Negeri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X