Mantan Anak Buah Bupati Karanganyar Dituntut 3 Tahun

Kompas.com - 21/04/2015, 17:21 WIB
Ilustrasi Google ImageIlustrasi
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com
- Mantan anak buah mantan Bupati Karanganyar, Jawa Tengah Rina Iriani, Bambang Hermawan merasakan akibat dari ulahnya menerima duit panas dari Proyek Griya Lawu Asri (GLA) sumbangan dari Kementerian Perumahan Rakyat.

Bambang dituntut pidana tiga tahun, plus denda Rp 50 juta atau setara dengan enam bulan kurungan. Mantan kepala Rina Center sewaktu Pemilihan Kepala Daerah tahun 2008 itu dinilai telah cukup bukti menerima aliran dana sebesar Rp 386,9 juta.

Jaksa pun secara seksama menuntut dia bersalah melanggar ketentuan pasal 11 jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

"Menuntut pidana penjara tiga tahun dikurangi masa penahanan yang telah dijalani," kata Jaksa Slamet Widodo dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah yang membacakan amar tuntutan, Selasa (21/4/2015).

Selain tuntutan pidana, Bambang juga diwajibkan membayar biaya pengganti kerugian negara akibat penerimaan uang tersebut. Dana sebesar Rp 386,9 juta utuh dibebankan pada terdakwa.

"Jika tidak mampu membayar, seluruh harta bendanya akan disita. Jika belum cukup, akan diganti dengan hukuman penjara selama 1,5 tahun," tambahnya.

Jaksa sendiri telah mempunyai cukup bukti terkait posisi Bambang saat menjabat ketua tim pemenangan Rina Iriani pada Pilkada 2008. Setelah menerima uang proyek, dana kemudian digunakan untuk proses politik pemenangan Rina melalui lembaga yang dipimpinnya. Namun, dia tak bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana tersebut.

"Kami sudah berikan kesempatan hingga dua kali untuk mengembalikannya, tapi yang bersangkutan belum ngembalikan. Terdakwa juga pernah dihukum dua tahun atas kasus korupsi, saat dia menjadi anggota DPRD Kabupaten Karanganyar periode 1999 -2003," tambahnya.

Bambang sendiri keberatan atas tuntutan tersebut. Dia meminta waktu dua pekan untuk menyusun naskah pembelaan. Perkara Bambang masuk di Pengadilan setelah pengembangan dari perkara Mantan Bupati Rina Iriani.

Selain Bambang, bekas anggota DPRD lainnya, Romdloni juga telah dituntut pidana satu tahun dan enam bulan penjara.

Saat pertama kali ditahan oleh kejaksaan, Bambang berpesan agar masyarakat tidak usah jadi tim sukses.

"Nanti bisa seperti saya," ujar Bambang Hermawan, sesaat sebelum ditahan di Lapas Kedungpane Semarang akhir tahun 2014.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Tikam Warga, Seorang Pencuri Tewas Dihajar Massa, Ini Kronologinya

Usai Tikam Warga, Seorang Pencuri Tewas Dihajar Massa, Ini Kronologinya

Regional
Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Regional
Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Regional
Was-was Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Was-was Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Regional
Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Regional
Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Regional
Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Regional
Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Regional
Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Regional
Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Regional
Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Regional
Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Regional
Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X