Kompas.com - 17/04/2015, 05:18 WIB
Rombongan Komite Independen Papua (KIP) di Bandara Sentani, Jayapura, saat kembali dari Jakarta bertemu Menteri Pertahanan, Selasa (14/4/2015) lalu. istimewaRombongan Komite Independen Papua (KIP) di Bandara Sentani, Jayapura, saat kembali dari Jakarta bertemu Menteri Pertahanan, Selasa (14/4/2015) lalu.
|
EditorBayu Galih

JAYAPURA, KOMPAS.com – Kepolisian Daerah Papua menetapkan anggota Organisasi Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) beserta 4 orang anggota Komite Independen Papua (KIP) sebagai tersangka kasus dugaan makar. Sebelumnya, Elias Ayakeding (EA) yang merupakan anggota NRFPB, bersama 5 anggota KIP diamankan aparat Kepolisian Resor Jayapura di Pendopo Theys Hiyo Eluay di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (14/4/2015) lalu.

Saat itu, mereka hendak melakukan jumpa pers terkait hasil pertemuan perwakilan KIP dengan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Jakarta. Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, Kombes Patrige Renwarin mengatakan, anggota NRFPB dan KIP diamankan karena melakukan kegiatan atas nama Negara Republik Federal Papua Barat di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Setelah melalui pemeriksaan berkas yang disita dan gelar perkara, jelas Patrige, anggota NRFPB dan 4 anggota KIP, ditetapkan sebagai tersangka. Sementara seorang anggota KIP yang bertugas mempertemukan dengan menteri di Jakarta sudah dilepas.

“Lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah EA sebagai Kepala Polisi NRFPB, MJS sebagai komandan Satgas Papua wilayah Sentani, LM sebagai Ketua KIP, DF sebagai juru bicara KIP dan OB sebagai juru bicara KIP,” ucap Patrige di Mapolda Papua, Kamis (16/4/2015).

Menurut Patrige, kelimanya terbukti terlibat gerakan makar berusaha memisahkan diri dari NKRI, yang dijerat dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 106, Pasal 108 ayat (2) jo Pasal 53 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 dengan ancaman pidana seumur hidup atau sekurang-kurangnya 20 tahun penjara.

Mengenai keterkaitan antara NRFPB dengan KIP, Patrige menjelaskan bahwa Komite Independen Papua merupakan bentukan Presiden NRFPB Forkorus Yaboisembut untuk melakukan negosiasi dengan Pemerintah Republik Indonesia.

“Kehadiran organisasi ini diduga sebagai respon atas kemauan Pemerintah untuk berdialog dengan warga Papua. KIP ini dibentuk oleh Presiden NRFPB Forkorus Yaboisembut,” kata Patrige.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) dideklarasikan pada Kongres Rakyat Papua ke-3 yang digelar di Lapangan Zakheus, Abepura, Jayapura, 19 Oktober 2011 lalu. Saat itu, Forkorus Yaboisembut yang merupakan ketua Dewan Adat Papua (DAP) didaulat menjadi presiden NRFPB dan Edison Waromi sebagai perdana menteri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.