80 TKI Ilegal Dideportasi Pemerintah Malaysia, 50 Pilih Jadi "Camelia"

Kompas.com - 17/04/2015, 04:16 WIB
Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi 80 buruh migran ilegal melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Mayoritas deportan yang kebanyakan memasuki Malaysi tan[a dokumen tersebut memilih kembali ke Malaysia. KOMPAS.com/SUKOCOPemerintah Malaysia kembali mendeportasi 80 buruh migran ilegal melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Mayoritas deportan yang kebanyakan memasuki Malaysi tan[a dokumen tersebut memilih kembali ke Malaysia.
|
EditorBayu Galih

NUNUKAN, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia mendeportasi 80 buruh migran ilegal melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Sebanyak 80 buruh migran ilegal tersebut dipulangkan ke Nunukan karena berbagai sebab, 71 buruh migran melanggar keimigrasian, dua orang buruh migran tersandung kasus narkoba dan tujuh buruh migran tersandung kasus kriminal.

Mereka dipulangkan ke Indonesia setelah menjalani hukuman di pusat tahanan sementara (PTS) Sibuga di Sandakan dan PTS Kimanis di Kota Kinabalu.

Salah satu buruh migran asal Sumenep, Suharma, mengaku baru 3 bulan berada di Keke untuk berkunjung kesanak saudara. Dia ditangkap polisi Malaysia saat berjalan jalan di kota Keke. Suharma mengaku menggunakan paspor pelawat untuk masuk ke Malaysia. Meski paspor yang dimilikinya masih berlaku Suharma dan saudaranya Wulan tetap dideportasi ke Indonesia melalui Nunukan.

“Saya hanya melawat saja saudara saya di Keke. Paspor saya masih berlaku tetapi saya tetap dipulangkan. Saya ditangkap di Sepitang saat jalan jalan. Mungkin sudah nasib saya,” ujar Suharma.

Dari hasil pendataan BP3TKI Kabupaten Nunukan, 34 buruh migran memasuki Malaysia tanpa dokumen sama sekali. 13 dari 80 buruh migran yang dideportasi meminta dipulangkan ke daerah asal merak dengan difasilitasi oleh BP3TKI, sementara 17 buruh migran mengaku akan mencari kerja di Kota Nunukan dan 50 buruh migran memilih kembali ke Malaysia atau dikenal dengan istilah "Camelia".

“Dari data memang kebanyakan masih memilih kembali ke Malaysia alias Camelia. Yang minta dipulangkan hanya 13 orang, yang lain katanya masih cari kerja di Nunukan.” ujar Ani, petugas pendata dari BP3TKI Nunukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakkan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakkan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.