BNN: Brownies Ganja Diduga Berasal dari Bengkulu dan Jambi

Kompas.com - 16/04/2015, 22:20 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorFarid Assifa
BENGKULU, KOMPAS.com - Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat, Dedi fauzi El hakim dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, mensinyalir brownies ganja yang menghebohkan Jakarta belum lama ini berasal dari Bengkulu atau Jambi.

Kecurigaan itu, kata dia, muncul karena berdasarkan penelusuran BNN, pembuat berownies ganja itu berasal dari daerah Bengkulu dan Jambi.

"Dari penelusuran kami (BNN) ada sindikatnya yang mengarah ke Provinsi Bengkulu dan Jambi, apalagi dengan ditemukannya banyak ladang ganja di Bengkulu seluas 3,5 hektar beberapa waktu lalu, ladang itu dibuat sangat terorganisasi," katanya di Bengkulu, Kamis (16/4/2015).

Ia melanjutkan, brownies ganja merupakan modus baru yang dilakukan pengedar ganja agar tak dicurigai dan tak menarik perhatian petugas keamanan, dan kue dapat langsung diantar ke pemesan.

Sebelumnya, BNN, TNI dan Polri di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, memusnahkan 3.500 batang ladang ganja dengan cara dibakar. Pohon ganja tersebut ditanam di atas ladang seluas 3,5 hektar.

Tingginya temuan ladang ganja di Bengkulu mengakibatkan daerah ini menjadi tempat kedua ganja terbanyak di Indonesia setelah Aceh. Sedangkan daerah ketiga terdapat di Mandailing Natal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditangkap, Kurir Sabu di Banjarmasin Ini Menikah di Kantor Polisi

Ditangkap, Kurir Sabu di Banjarmasin Ini Menikah di Kantor Polisi

Regional
KPK Geledah Ruang Kerja Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim

KPK Geledah Ruang Kerja Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim

Regional
Banjir di Cilegon, 6 Kecamatan dan 1.700 KK Terdampak

Banjir di Cilegon, 6 Kecamatan dan 1.700 KK Terdampak

Regional
Cara Pengelola Dusun Semilir Urai Kerumunan agar Tak Lagi Langgar Protokol Kesehatan

Cara Pengelola Dusun Semilir Urai Kerumunan agar Tak Lagi Langgar Protokol Kesehatan

Regional
Puskesmas Teja Ditutup Setelah Tiga Tenaga Medis Positif Covid-19

Puskesmas Teja Ditutup Setelah Tiga Tenaga Medis Positif Covid-19

Regional
Direktur RSUD Soekarno Ungkap Penyebab Banyak Dokter Meninggal Saat Pandemi

Direktur RSUD Soekarno Ungkap Penyebab Banyak Dokter Meninggal Saat Pandemi

Regional
Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Regional
Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Regional
Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Regional
Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Regional
Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Regional
Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Regional
Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X