Kompas.com - 10/04/2015, 17:49 WIB
|
EditorFarid Assifa
BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Dituduh buruk dalam pelayanan untuk peserta Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, manajemen Rumah Sakit Imanuel Bandarlampung meradang. 

"Jangan ragukan pelayaan kami, kami tidak pernah beda-bedakan pasien," kata Kepala Humas RS Imanuel Bandarlampung, Alquirina, Jumat (10/4/2015). [Baca juga: BPJS Hentikan Sementara Kerjasama dengan RS Imanuel]

Menurut Alquirina, setelah BPJS Kesehatan memutus sepihak kerja sama dengan RS Imanuel, banyak pasien menangis karena merasa sudah nyaman dengan pelayanan rumah sakit tersebut.

"Bisa dibayangkan selama Januari sampai Februari 2015, ada 9.000 pasien BPJS yang telah kami layani dengan berbagai penyakit," ujar dia.

Misalnya, lanjut Alquirina, poli penyakit dalam yang paling banyak melayani pasien memiliki tiga dokter spesialis.

"Semua melayani pasien bahkan lebih dari jam kerja yang telah ditentukan, bahkan pasien kelas tiga pun ditangani dokter spesialis yang melakukan visit sebanyak dua kali," kata dia lagi.

Pihaknya meyayangkan manajemen BPJS Kesehatan Bandarlampung memutus sepihak kerja sama itu tanpa aturan yang telah disepakati bersama.

"Kami tidak diberi peringatan 2 dan 3, tapi tiba-tiba diputus secara sepihak dan tidak dijelaskan dimana letak kesalahan kami," keluhnya.

Ia berharap, ke depan BPJS lebih profesional.

"Kami pada prinsipnya mendukung program ini, tapi mari kita bermitra dengan baik. Kami juga sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan asuransi lainnya, tapi tak pernah membuat kami serepot ini," kata dia lagi.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di rumah sakit lainnya, masih ditemukan sikap menomorduakan pasien pengguna BPJS. Seperti di RS Urip Sumoharjo, Bandarlampung, kerap menolak pasien kelas tiga dengan alasan penuh. Hal itu dirasakan oleh Yulianto saat mengurus orangtuanya yang hendak rawat inap di sana.

"Saya malah ditawari naik kelas, padahal ruang untuk pasien BPJS setelah saya cek masih ada yang kosong beberapa kamar," kata dia.

Pemandangan serupa juga tampak di RS A Dadi Tjockrodipo, Bandarlampung. Pasien poli yang menunggu sedari pagi baru bisa terlayani setelah menunggu beberapa jam.

"Saya menunggu sejak pagi, tapi sudah tiga jam menunggu ternyata dokternya tidak ada, terpaksa esok hari saya ke sini," kata Ratna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Regional
Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Regional
Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.