Kompas.com - 08/04/2015, 18:36 WIB
Orang Rimba di wilayah Bukit Subang, perbatasan Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi bersama rumah sederhananya yang disebut Rumah Godong. Yunanto Wiji UtomoOrang Rimba di wilayah Bukit Subang, perbatasan Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi bersama rumah sederhananya yang disebut Rumah Godong.
EditorCaroline Damanik

JAMBI, KOMPAS — Orang Rimba meninggal akibat demam dan radang pernapasan kembali terjadi. Salah seorang anak berusia satu tahun dari Kelompok Orang Rimba pimpinan Tumenggung Nyenong meninggal setelah dirawat selama sepekan di Rumah Sakit Umum Daerah Hamba, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.

Kepala Bagian Pelayanan Medis RSUD Hamba Firdaus, Selasa (7/4), mengatakan, anak itu telah menjalani perawatan di bangsal anak selama hampir sepekan. Pihaknya mendiagnosis penyakit yang diderita adalah radang pernapasan atau paru (bronkopneumonia) disertai demam. Jumat siang lalu, kondisi anak itu kian memburuk.

"Sempat kami larikan ke ruang ICU karena tampak sesak. Namun, nyawanya tidak terselamatkan," ujar Firdaus.

Hasil pendataan Komunitas Konservasi Indonesia Warsi, sejak Januari hingga April 2015, kematian warga selama masa melangun di wilayah Terab, Kabupaten Sarolangun, dan Kabupaten Batanghari, mencapai 14 jiwa. Melangun adalah tradisi berpindah tempat hidup akibat kematian anggota kelompoknya.

Sejak sebulan lalu, jumlah pasien Orang Rimba yang dirawat di RSUD Hamba sebanyak 26 orang. Mayoritas pasien mengalami diagnosis yang sama, yaitu demam 17 orang dan bronkopneumonia 15 orang. Selebihnya, ada yang menderita anemia gravis, disentri, dan febris. Sebagian besar pasien ini adalah anak-anak berusia di bawah 10 tahun.

Dari 13 warga meninggal selama masa melangun, delapan di antaranya anak balita. Sisanya berusia 50 tahun ke atas.

Antropolog Orang Rimba Robert Aritonang mengatakan, dengan kasus kematian ini, pengelanaan Orang Rimba kembali ke Sungai Terap sebagai titik awal jelajah mereka. Masa melangun itu disebut sebagai pengelanaan paling singkat yang pernah mereka lakukan, yaitu sembilan kali melangun hanya dalam rentang tiga bulan. Dalam kehidupan normal Orang Rimba, pengelanaan biasanya satu kali dalam setahun dan berakhir sekitar tiga tahun kemudian. (ita)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X