Kompas.com - 08/04/2015, 18:07 WIB
Octa Viantary, mantan finalis model Majalah Aneka Yess 2006 yang terpilih menjadi Ketua RW di Yogyakarta. DOKUMENTASI PRIBADIOcta Viantary, mantan finalis model Majalah Aneka Yess 2006 yang terpilih menjadi Ketua RW di Yogyakarta.
|
EditorGlori K. Wadrianto
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Jabatan menjadi ketua rukun warga (RW) biasanya identik dengan sosok berusia tua. Namun, hal tersebut tidak bagi Octa Viantary. Meski usianya masih terbilang muda, dara 23 tahun ini mau bersaing melawan tiga kandidat ketua RW lainnya.

Nah, tepat pada 31 Maret 2015 lalu, perempuan berparas cantik ini terpilih menjadi Ketua RW 13, Danurejan, Kota Yogyakarta.

Octa menuturkan, awalnya, pada bulan Februari 2015, dia ditawari oleh ibu-ibu untuk maju dan mendaftar menjadi calon ketua RW. Saat itu, dia masih belum menanggapi serius sebab obrolan itu hanya bernada candaan.

"Saya kan sering ngobrol bareng ibu-ibu, ya diusulkan agar daftar. Tapi, saya mikir-nya hanya bercanda, nah sebenarnya bapak (ayah Octa) yang digadang-gadang untuk jadi ketua RW. Hanya, bapak tidak bersedia," ujar Octa saat ditemui di rumahnya, Rabu (8/4/2015).

Berawal dari obrolan ibu-ibu itulah, dukungan warga akhirnya terus mengalir agar Octa maju dalam bursa pencalonan ketua RW. Melihat begitu besar antusiasme warga, mahasiswi jurusan Psikologi Universitas Sanata Dharma ini pun membulatkan tekadnya untuk maju.

"Malam sebelum pendaftaran ditutup, saya memutuskan maju. Ya tentu karena warga menginginkan dan mendukung," ucap dia.

Menurut Octa, ada empat calon yang maju dalam bursa ketua RW saat itu. Dari empat itu, hanya dia yang paling muda dan bahkan jeda usianya terpaut jauh dengan kandidat lainnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski paling muda, wanita mantan finalis model majalah Aneka Yess 2006 ini tak berkecil hati. Ia justru semakin mantap untuk maju dan membuat perubahan dengan semangat mudanya. "Tiga itu bapak-bapak, ada yang sudah punya cucu juga. Tapi, saatnya yang muda yang maju dan bergerak untuk perubahan," ucap dia.

Alhasil, Octa Viantari berhasil terpilih menjadi Ketua RW 13. Guru ekstrakurikuler modeling di SMP Immaculata Yogyakarta ini memperoleh total 42 suara dari total pemilih 105 orang. "Saya dapat 42 suara dari total 105. Ya berarti saya diberikan kepercayaan. Dilantiknya baru kemarin 31 Maret," ujar dia.

Perempuan kelahiran 27 Oktober 1991 ini mengaku tidak terbebani dengan jabatan ketua RW meski saat ini dia sedang mengerjakan skripsi. Selama ini, dia mengaku dekat dengan warga, baik ibu-ibu maupun bapak-bapak. "Saya kalau ada acara di kampung selalu mengajari anak-anak menari, menyanyi, jadi dekat. Bahkan, belajar make-up juga, kan kebetulan saya juga mengajar itu dan modeling," tutur dia.

Selain itu,sejak dahulu, ia sudah sering mengikuti kegiatan organisasi sehingga mengoordinasi orang ataupun memimpin rapat bukanlah hal yang asing baginya. "Saya mau mengajak semuanya bekerja bersama-sama membangun menuju lebih baik. Gotong royong itu pasti, hanya saat ini belum ada mau apa, soalnya belum rapat, kan baru dilantik," ucap dia lagi.

Octa pun tak merasa takut ketika tidak dihargai oleh warga karena usianya masih muda. Baginya, yang terpenting adalah bukti nyata dari perubahan. Tentu perubahan yang berguna bagi masyarakat. "Komitmen saya bekerja dan berkarya menunjukkan wujud nyata," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X