Cetak Uang Palsu Pakai "Scanner" dan Kertas A4, 4 Pelaku Dibekuk

Kompas.com - 07/04/2015, 09:40 WIB
Wakil Kepala Polresta Medan, AKBP Yusuf Hondawan Tri Naibaho didampingi Kapolsekta Medan Helvetia, Kompol Ronni Bonic dan Kanit Reskrim, AKP Hendri Temaluru. KOMPAS.com/ MEI LEANDHAWakil Kepala Polresta Medan, AKBP Yusuf Hondawan Tri Naibaho didampingi Kapolsekta Medan Helvetia, Kompol Ronni Bonic dan Kanit Reskrim, AKP Hendri Temaluru.
|
EditorGlori K. Wadrianto
MEDAN, KOMPAS.com — Empat orang pembuat uang dan STNK palsu antarprovinsi diringkus Unit Reskrim Polsekta Medan Helvetia. Turut disita barang bukti berupa 550 lembar uang palsu pecahan Rp 50.000 dan alat pencetaknya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di Mapolsekta Medan Helvetia, Senin (6/4/2015) kemarin, salah satu pelaku adalah Irwan Charli (39), warga Jalan Setia Luhur, Kelurahan Dwikora, Medan Helvetia. Dia adalah pemilik ide untuk memalsukan uang dan STNK.

Tiga pelaku lain adalah Boby Chandra (40), warga Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, yang bertugas sebagai teknisi pencetak, Sukardi alias Bodong (40), warga Dusun Setia Makmur, Desa Paya Bakung, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, dan Amri Yusrizal alias Kentong (37), warga Dusun III Hulu, Desa Paya Bakung, Kecamatan Hamparan Perak, yang bertugas membantu peredaran serta pengadaan alat pencetak uang.

Wakil Kepala Polresta Medan AKBP Yusuf Hondawan Tri Naibaho didampingi Kapolsekta Medan Helvetia Kompol Ronni Bonic dan Kanit Reskrim AKP Hendri Temaluru mengatakan, terbongkarnya kasus pemalsuan uang senilai ratusan juta rupiah tersebut bermula dari informasi masyarakat. Warga menyatakan ada sindikat penjual uang palsu yang akan melakukan transaksi di sebuah rumah makan di kawasan Jalan Sei Deli, Medan Barat.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan di lokasi transaksi. Alhasil, petugas berhasil mengamankan tersangka Irwan Charly dengan barang bukti uang palsu pecahan Rp 50.000 senilai Rp 30 juta yang disimpan dalam kemasan plastik berwarna hitam.

Rencananya, uang itu akan dibeli seseorang bernama Guntur yang masih diselidiki keberadaannya.

Kemudian, dari penangkapan tersebut, pihak kepolisian melakukan pengembangan dan menangkap tiga pelaku lain beserta barang bukti berupa 398 lembar uang palsu. Uang palsu yang disita ialah dalam pecahan Rp 50.000 siap edar dan 152 lembar uang palsu pecahan Rp 50.000 yang masih dalam cetakan.

Selain itu, petugas juga menyita barang bukti lain berupa seperangkat alat cetak printer, laptop, alat pemindai, berikut beberapa lembar STNK kendaraan yang dipalsukan.

Irwan Charli mengaku semula hanya diminta untuk mencetak STNK palsu oleh orang berinisial HS asal Aceh yang kini menjadi buronan. Namun, rencana berkembang hingga mencetak lembaran uang palsu melalui bantuan tiga pelaku lain.

Dalam proses pencetakan, dia mengaku pemalsuan dilakukan melalui proses scan lembaran uang Rp 50.000 asli ke kertas A4. Cetakan kemudian dipotong menggunakan cutter dan digosok serta ditambahkan sulaman kertas minyak berwarna untuk memberi kesan ada benang pengaman.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini dan memburu HS. Polisi menyatakan, lembaran uang palsu yang dicetak para pelaku diduga sudah beredar di sejumlah lokasi di Kota Medan dan kawasan Binjai. Para pelaku dikenakan Pasal 36 ayat (1), (2), (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Subs 244 Subs 480 KUHPidana dengan ancaman penjara di atas 15 tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Klaster Ponpes di Purwokerto dan Kebumen, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Ada Klaster Ponpes di Purwokerto dan Kebumen, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Setelah Diisolasi 65 Hari, Nenek 70 Tahun Sembuh dari Covid-19

Setelah Diisolasi 65 Hari, Nenek 70 Tahun Sembuh dari Covid-19

Regional
Pasar Murah Bebas Ongkir, Cara Jatim Jamin Ketersediaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Pasar Murah Bebas Ongkir, Cara Jatim Jamin Ketersediaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Pengundian Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Kendal, Ini Hasilnya

Pengundian Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Kendal, Ini Hasilnya

Regional
Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Regional
Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Regional
Bertambah 62 Kasus Covid-19 di Banyumas, Klaster Ponpes Penyumbang Terbanyak

Bertambah 62 Kasus Covid-19 di Banyumas, Klaster Ponpes Penyumbang Terbanyak

Regional
Cerita Bupati Maluku Tenggara Tentang Warganya yang Gemar Berkebun Selama Pandemi

Cerita Bupati Maluku Tenggara Tentang Warganya yang Gemar Berkebun Selama Pandemi

Regional
Ridwan Kamil Teken Pinjaman Daerah Rp 1,8 Triliun dari PT SMI, Buat Apa?

Ridwan Kamil Teken Pinjaman Daerah Rp 1,8 Triliun dari PT SMI, Buat Apa?

Regional
Gelapkan Dana Bank BUMN Rp 40,5 Miliar, Dua Tersangka Langsung Ditahan

Gelapkan Dana Bank BUMN Rp 40,5 Miliar, Dua Tersangka Langsung Ditahan

Regional
15 Karyawan BRI Jepara Positif Covid-19, Isolasi Mandiri di Hotel

15 Karyawan BRI Jepara Positif Covid-19, Isolasi Mandiri di Hotel

Regional
Kades Ini Diduga Pamer Alat Kelamin ke lstri Orang Lewat Facebook

Kades Ini Diduga Pamer Alat Kelamin ke lstri Orang Lewat Facebook

Regional
Satu Dosen Universitas Jambi Positif Covid-19, Kampus Diliburkan 3 Hari

Satu Dosen Universitas Jambi Positif Covid-19, Kampus Diliburkan 3 Hari

Regional
Usai Pengambilan Nomor Urut, Ngebas Maksimalkan Kampanye Daring

Usai Pengambilan Nomor Urut, Ngebas Maksimalkan Kampanye Daring

Regional
20 Demonstran Diamankan Polisi Saat Unjuk Rasa Hari Tani di Gedung DPRD Sulsel

20 Demonstran Diamankan Polisi Saat Unjuk Rasa Hari Tani di Gedung DPRD Sulsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X