Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/04/2015, 16:17 WIB
|
EditorBayu Galih

SEMARANG, KOMPAS.com – Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin ikut mengomentari polemik pemblokiran sejumlah situs yang diduga mengandung konten radikalisme. Menurut Lukman, langkah pemerintah beserta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memblokir sejumlah situs radikal hanya untuk menjaga keamanan nasional.

“Pemerintah dan BNPT melihat ada situs yang dinilai ikut menyebar radikalisme. Mereka terang-terangan mendukung ISIS. Mereka juga terang-terangan mengajak masyarakat untuk perubahan secara cepat dengan menggunakan kekerasan,” kata Lukman, usai meresmikan kampus Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Senin (6/4/2015).

Ia melanjutkan, bahwa proses pemblokiran sudah sejalan dengan prinsip kehati-hatian, karena situs mereka bertentangan dengan mayoritas paham keagaamaan di Indonesia. Selain itu, ajaran yang disampaikan juga melanggar sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan dasar itulah, Lukman menganggap wajar situs radikal diblokir oleh Kemenkominfo. Meski demikian, dia mengakui saat ini masyarakat masih banyak memprotes langkah pemblokiran. Alasannya, tidak semua situs yang diblokir berisi ajakan radikalisme. Namun, penutupan situs dinilai penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.

"Ke depan, perlu ditata kembali mekanisme pemblokiran. Kebebasan menyatakan pendapat sudah diatur sesuai UU Pers, dan itu harus dihormati. Kominfo sudah memperbaiki mekanisme dengan mengundang banyak kalangan, dengan undang akamdemisi dan ulama,” ucap politisi Partai Persatuan Pembangunan itu.

Menurut Lukman, situs yang mengandung ajaran kekerasan itu memiliki dampak dan secara pesat menyebar Indonesia. Ini disebabkan situs radikal mudah diakses, sehingga memaksa pemerintah untuk mengawasi betul konten sebuah situs. Nantinya, sebuah situs akan dilihat substansinya apakah bertentangan dengan ideologi negara atau tidak.

Lukman juga mengatakan, penangkalan radikalisme perlu dilakukan dengan penyebaran ajaran moderat. “Kami dari Kemenag sudah punya banyak program, misalnya kerja sama dengan ormas dan tokoh, juga institusi negara. Kami minta mereka menyebarluaskan paham moderat. Agama Islam yang dikembangkan walisongo itu dakwah dengan kearifan, bukan dengan kekerasan,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Regional
Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Regional
Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Regional
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Regional
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.