Pencuri Ponsel LG Dicokok Polisi Setelah Ditawari Uang Rp 20 Juta

Kompas.com - 05/04/2015, 23:24 WIB
Kapolsek KSKP Tunon Taka Nunukan Iptu Eka Berlin. Pencuri HP di Nunukan ditangkap setelah di tawari uang 20 juta. KOMPAS.com/SUKOCOKapolsek KSKP Tunon Taka Nunukan Iptu Eka Berlin. Pencuri HP di Nunukan ditangkap setelah di tawari uang 20 juta.
|
EditorFidel Ali Permana


NUNUKAN, KOMPAS.com - UB, 27 tahun, warga Jalan Angkasa Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara diamankan oleh Kepolisian Sektor Keamanan Pelabuhan KSKP Tunon Taka Nunukan setelah ditawari uang 20 juta untuk menebus telepon seluler yang dicurinya.

Sebelumnya UB bekerja serabutan sebagai buruh angkut di pelabuhan Tunon Taka Nunukan ini berhasil menggasak ponsel merek LG milik tetangganya sendiri Erni. Kepala Kepolisian Sektor Keamanan Pelabuhan KSKP Tunon Taka Nunukan Inspektur Polisi Satu Eka Berlin mengatakan, sebelum menggasak ponsel tetangganya UB telah mempelajari kebiasaan Erni sehingga ponsel yang diletakkan di dalam kamar berhasil digondolnya.

“Kejadian pencuriannya hari Kamis (02/04) pukul 02:00 Wita. Sebelumnya UB telah mempelajari situasi rumah selama sehari. Pelaku masuk ke rumah korban dengan mencongkel jendela dengan menggunakan tangan," ujarnya Minggu (05/04/2015).

Keberadaan UB diketahui saat Erni menjanjikan akan menebus ponsel tersebut dengan harga 20 juta. Saat nomor ponsel yang dicuri UB dihubungi di seputar bandara, ternyata UB berada tak jauh dari Erni yang saat itu menelepon nomor ponselnya.


Erni yang didampingi suaminya saat itu langsung mengamankan UB. Namun UB berhasil melarikan diri ke semak semak di sekitar bandara. Meski warga sempat mengepung tempat persembunyian UB, namun warga lebih memilih menunggu personil polisi karena ditengarai UB membawa senjata tajam.

“Sementara kita masih mencari sajam tersangka yang jatuh,“ ujar Eka.

Kepolisian Sektor Keamanan Pelabuhan KSKP Tunon Taka Nunukan akhirnya berhasil meringkus UB yang bersembunyi di semak semak seputar bandara Nunukan. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kepolisian akan menjerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

“Sementara kita baru saja menangkap, kita masih melakukan pendalaman. Untuk pasal, dikenakan 363 KUHP dengan ancaman 5 tahun.” kta Eka Berlin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencemaran di Sungai Avur, Jombang, Diduga dari Pabrik Kertas

Pencemaran di Sungai Avur, Jombang, Diduga dari Pabrik Kertas

Regional
Petugas Masih Berupaya Evakuasi Kereta Api yang Terguling di Blora

Petugas Masih Berupaya Evakuasi Kereta Api yang Terguling di Blora

Regional
Aniaya PSK karena Tak Mau Bayar Usai Berkencan, Pria Ini Kabur Sambil Telanjang

Aniaya PSK karena Tak Mau Bayar Usai Berkencan, Pria Ini Kabur Sambil Telanjang

Regional
Pemkot Surabaya Cairkan Anggaran Pilkada Tahap Pertama Sebesar Rp 1 Miliar

Pemkot Surabaya Cairkan Anggaran Pilkada Tahap Pertama Sebesar Rp 1 Miliar

Regional
Kisah Kakak Beradik 18 Tahun Alami Kulit Melepuh jika Kena Matahari, Sempat Minta Dibunuh

Kisah Kakak Beradik 18 Tahun Alami Kulit Melepuh jika Kena Matahari, Sempat Minta Dibunuh

Regional
Menristek Tantang ITB Rancang Transportasi Kota Bandung Berbasis Kereta

Menristek Tantang ITB Rancang Transportasi Kota Bandung Berbasis Kereta

Regional
Proyek PLTA Jatigede Capai 73 Persen, September 2020 Siap Beroperasi

Proyek PLTA Jatigede Capai 73 Persen, September 2020 Siap Beroperasi

Regional
Oknum Guru SMP Pendamping Olimpiade Sains yang Cabuli Siswinya di Hotel Berstatus Honorer

Oknum Guru SMP Pendamping Olimpiade Sains yang Cabuli Siswinya di Hotel Berstatus Honorer

Regional
Kasus Bayi Penderita Hydrocephalus, RSUD dr Soetomo Fokus Perbaiki Status Gizinya

Kasus Bayi Penderita Hydrocephalus, RSUD dr Soetomo Fokus Perbaiki Status Gizinya

Regional
Ini Alasan Jaksa KPK Tuntut Mantan Kepala Imigrasi Mataram 7 Tahun Penjara

Ini Alasan Jaksa KPK Tuntut Mantan Kepala Imigrasi Mataram 7 Tahun Penjara

Regional
Mau Bertarung di Pilkada Sumbar, Dibutuhkan 'Isi Tas' Minimal Rp 30 Miliar

Mau Bertarung di Pilkada Sumbar, Dibutuhkan "Isi Tas" Minimal Rp 30 Miliar

Regional
Antisipasi Telur Mengandung Dioksin, Pengusaha Tahu di Sidoarjo Mulai Tinggalkan Bahan Bakar Plastik

Antisipasi Telur Mengandung Dioksin, Pengusaha Tahu di Sidoarjo Mulai Tinggalkan Bahan Bakar Plastik

Regional
Kronologi Bus yang Bawa Siswa SMA Terlibat Tabrakan Beruntun

Kronologi Bus yang Bawa Siswa SMA Terlibat Tabrakan Beruntun

Regional
Program Mensos: Satu Kabupaten/Kota Berdiri Dua Puskessos

Program Mensos: Satu Kabupaten/Kota Berdiri Dua Puskessos

Regional
Festival Mlaku Mlaku Nang Tunjungan Surabaya, Suguhkan Aneka Kuliner dari 240 UMKM

Festival Mlaku Mlaku Nang Tunjungan Surabaya, Suguhkan Aneka Kuliner dari 240 UMKM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X