Kompas.com - 01/04/2015, 15:18 WIB
EditorI Made Asdhiana

Mutiara air laut mahal karena untuk membudidayakannya, mulai dari pembenihan sampai bisa dipanen, membutuhkan waktu hingga 4 tahun. Dalam satu kerang mutiara pun hanya terdapat 1-2 butir mutiara. Setelah panen pertama, kerang mutiara air laut baru bisa dipanen dua tahun kemudian, hingga 2-3 kali dipanen.

Karena prosesnya yang lama dan membutuhkan teknologi tinggi dalam budidaya kerang mutiara, tidak banyak pembudidaya mutiara di Lombok yang bertahan. Selain karena krisis ekonomi juga karena serbuan mutiara air tawar dari Tiongkok. Dari semula sebanyak 39 pengusaha, kini tinggal 6-8 pengusaha yang masih bertahan di Lombok.

Salah satu usaha budidaya mutiara yang masih bertahan adalah Autore di Teluk Nara, Desa Melaka, Kecamatan Pamenang, Lombok Utara. General Manager Autore Justin Cullen mengatakan, perusahaannya berpusat di Australia. Sekitar 95 persen dari produksi mutiara Autore pun dikirim ke Australia untuk dipasarkan ke sejumlah negara, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. ”Dalam setahun, panen 170.000-200.000 butir,” katanya.

Selain budidaya mutiara, Autore juga membuka ruang pamer di kantornya di Teluk Nara dan menyediakan paket tur proses budidaya mutiara, dari pembibitan hingga panen.

Justin mengatakan, tur tersebut dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan kepada pengunjung soal proses budidaya mutiara. Meski pengunjung bukan sasaran utama pasar Autore, katanya, dengan tur tersebut pihaknya bisa memberikan pemahaman soal apa itu mutiara dan proses produksinya. ”Bagaimanapun, usaha kami ada di sini,” katanya.

Apa yang dilakukan Autore tersebut, kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Aminollah, akan diadopsi di RMI. ”Kami akan menggandeng Autore untuk mengadakan hal serupa di RMI. Mereka, kan, punya peralatannya dan juga filmnya. Kami tidak mampu mengadakan sarana edukasi tentang mutiara di RMI karena tidak ada dana. Kami sedang menunggu jawaban dari pihak Autore untuk kerja sama tersebut,” katanya.

Aminollah mengakui, RMI belum maksimal beroperasi. Namun, pihaknya terus berupaya memaksimalkan fungsi RMI, bukan sekadar tempat penjualan mutiara, melainkan yang lebih utama adalah tempat edukasi tentang mutiara. ”Semua pihak punya tanggung jawab untuk mengoptimalkan RMI, bukan hanya pemda, melainkan juga pengusaha,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi NTB L Gita Aryadi mengatakan, RMI bukan sekadar etalase penjualan, melainkan juga merupakan rumah edukasi. Diakui, pihaknya masih terus mencari model strategi pengembangan RMI. ”Butuh tangan-tangan kreatif (untuk hidupkan RMI), kami terbuka masukan dari sejumlah pihak,” katanya.

Memang membangun RMI tidak sekadar membangun gedung. Yang lebih penting adalah bagaimana menghidupkan RMI. Segala upaya harus dilakukan, termasuk gencar promosi, terutama di bandara yang menjadi pintu masuk wisatawan. Jika RMI saja suram karena tak ada aktivitas, bagaimana mau menjaga kilau mutiara lombok. (IKA/REK/ENG/RUL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.