Kompas.com - 01/04/2015, 15:12 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorCaroline Damanik

AMBON, KOMPAS.com - Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae, mengecam keras aksi brutal sejumlah oknum anggota Brimob detasemen II di Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku, yang melakukan penganiayaan terhadap belasan warga Desa Morekau, Kecamatan Seram Barat.

Penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum brimob terhadap warga Morekau itu dilakukan pada Minggu (29/3/2015). Saat itu, lebih dari sepuluh personel brimob yang menggunakan truk mendatangi desa itu sambil membawa senjata lengkap. Mereka lalu mengamuk dan memukuli warga yang mereka temui, sejumlah warga bahkan dilaporkan terluka karena terkena pakai popor senjata. Akibat insiden itu 13 warga mengalami luka cukup serius.

“Tindakan penyerangan oleh sejumlah oknum brimob kepada warga di Desa Morekau tidak dapat dibenarkan, dan secara hukum itu perbuatan yang salah. Ini pernyataa sikap saya selaku Ketua DPRD Maluku,” kata Huwae di Kantor DPRD Maluku, Rabu (1/4/2015).

Dia menilai tindakan yang dilakukan sejumlah oknum brimob terhadap warga itu sangatlah berlebihan, sehingga mereka yang terlibat penganiayaan itu harus dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Jika memang ada masyarakat Morekau yang mengeluarkan kata-kata ancaman bahkan sampai tingkat pemukulan, maka silahkan yang bersangkutan diproses hukum, bukan kemudian secara institusi brimob datang dengan truknya, dengan aparaturnya, dengan perlengkapan persenjataan dan melakukan tindakan pemukulan terhadap masyarakat. ini kan cara yang tidak benar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Raja (Kepala Desa) Morekau, J Salenussa, mengatakan bahwa aksi penganiayaan yang menimpa warganya itu terjadi saat seorang oknum anggota brimob mengendarai sepeda motornya sambil ugal-ugalan dalam keadaan mabuk.

Warga yang kesal lalu melarang oknum anggota brimob tersebut sejumlah sumber melaporkan seorang warga yang marah bahkan sempat memukuli angota brimob itu dengan rotan. Karena tak terima, oknum anggota brimob berpangkat Bribda itu lalu melaporkan ke rekan-rekannya dan beberapa saat kemudian datang sejumlah oknum brimob dengan truk sambil membawa senjata dan langsung menganiaya warga desa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saat ugal-ugalan itu warga marah karena ada ibadah di gereja, lalu warga melarangnya tapi oknum brimob itu tak terima dan balik membawa rekan-rekannya. Saat itu juga mereka mengeluarkan tembakan beberapa kali,” ujarnya.

Terkait insiden itu, Kapolres SBB maupun Kabid Humas Polda Maluku belum bisa dihubungi. Panggilan telepon Kompas.com belum direspon.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.