Suami Istri Dituntut Pidana Korupsi, Anak-anaknya Menangis Histeris

Kompas.com - 31/03/2015, 16:55 WIB
Istri Bupati Karawang nonaktif Nurlatifah yang merupkan salahsatu terdakwa dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan izin Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) PT Tatar Kertabumi di Kabupaten Karawang dan pencucian uang saat berpelukan dengan sejumlah anaknya sambil menangis usai menjali persidangan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan RE. Martadinata Bandung, Jawa Barat, Selasa, (31/3/2015). KOMPAS.com/Rio KuswandiIstri Bupati Karawang nonaktif Nurlatifah yang merupkan salahsatu terdakwa dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan izin Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) PT Tatar Kertabumi di Kabupaten Karawang dan pencucian uang saat berpelukan dengan sejumlah anaknya sambil menangis usai menjali persidangan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan RE. Martadinata Bandung, Jawa Barat, Selasa, (31/3/2015).
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Anak-anak dari pasangan suami istri Bupati nonaktif Karawang Ade Swara dan istrinya, Nurlatifah, histeris dan menangis tak henti, di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (31/3/2015). Mereka menangis seusai menyaksikan sang ayah (Ade Swara) dan sang ibu (Nurlatifah) dituntut dengan hukuman 8 dan 7 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Seusai JPU membacakan tuntutannya dan hakim menyatakan sidang ditutup, anak-anak perempuan Ade langsung berdiri dan bergegas menghampiri sang ibu. Mereka langsung berpelukan erat. Isak tangis pun pecah di antara ibu dan sejumlah anak perempuan yang memakai kerudung hitam dan pakaian serba hitam itu. "Sabar ya, sayang," kata Nurlatifah kepada anak-anak di dalam pelukannya. (Baca: Dituntut Tujuh Tahun Bui, Istri Bupati Karawang Teriak Histeris)

Sementara sang ayah, ketika persidangan ditutup, langsung dikerumuni para wartawan. Tak lama setelah berpelukan dengan anaknya, Nurlatifah lalu dihampiri dan dikerumuni saudara dan para kerabat. Mereka memberikan motivasi dan semangat agar tetap tegar menghadapi proses hukum ini. "Yang sabar ya, Bu," kata seseorang kepada Nurlatifah.

Sesekali Nurlatifah berpelukan dengan para pendukungnya itu. "Iya, memang surga itu mahal. Iya, saya tetap sabar. Insya Allah kebenaran ada pada kita," kata Nurlatifah. (Baca: Bupati Karawang Dituntut Delapan Tahun Penjara, Istrinya Tujuh Tahun)

Kepada saudara dan kerabatnya, Nurlatifah berceloteh bahwa apa yang didakwakan kepadanya dan suaminya itu tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya. Nurlatifah mengaku tidak bisa menerima tuntutan itu. "Saya tidak seperti yang digambarkan oleh mereka," kata Nurlatifah.

"Saya serahkan semuanya sama Allah SWT, melalui pengadilan. Insya Allah nanti tidak seperti yang disampaikan tadi. Saya yakin, tidak akan seperti yang disampaikan tadi. Makasih ya, sayang," kata Nurlatifah.

Diberitakan sebelumnya, Bupati nonaktif Karawang Ade Swara dituntut hukuman 8 tahun penjara dengan denda Rp 400 juta subsider empat bulan kurungan. Sementara istrinya, Nurlatifah, dituntut hukuman tujuh tahun penjara dengan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan.

Jaksa menyebutkan bahwa pasangan suami istri tersebut telah terbukti secara sah bersalah melanggar Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi seperti yang telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Selain itu, Ade didakwa dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang UU, Pasal 3 jo Pasal 55 ayat 1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. 

Keduanya didakwa dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan izin Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) PT Tatar Kertabumi di Kabupaten Karawang dan kasus pencucian uang.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Regional
UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Regional
Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Regional
Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Regional
Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Regional
Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X