Tukang Parkir Bawa Uang Palsu Senilai Rp 7,8 Juta

Kompas.com - 31/03/2015, 15:30 WIB
Bernard Ronaldo Lamury (tengah), warga Semarang, diperiksa petugas Polres Magelang karena diduga hendak mengedarkan uang palsu senilai Rp 7,8 juta, Senin (31/3/2015). Kompas.com/Ika FitrianaBernard Ronaldo Lamury (tengah), warga Semarang, diperiksa petugas Polres Magelang karena diduga hendak mengedarkan uang palsu senilai Rp 7,8 juta, Senin (31/3/2015).
|
EditorGlori K. Wadrianto
MAGELANG, KOMPAS.com - Bernard Ronaldo Lamury (36), dibekuk aparat dari Satuan Reskrim Polres Magelang karena kedapatan menyimpan uang palsu di dalam tasnya. Pria asal Semarang itu ditangkap saat berada di dalam bus jurusan Magelang-Semarang di Pasar Jambu, Ambarawa, Jawa tengah, Sabtu (21/3/2015), sekitar pukul 23.00 WIB.

Bernard berdalih uang tersebut bukan miliknya. Ia mengaku hanya sebagai kurir untuk mengantarkan uang senilai Rp 7,8 juta itu kepada seseorang berinisial DN, warga Semarang. Sedangkan uang palsu tersebut ia dapat dari seorang kawan bernama IM, warga Jakarta.

Bernard juga mengaku tidak tahu ke mana uang palsu dengan pecahan Rp 100.000 sebanyak 78 lembar itu akan diedarkan. "Saya hanya disuruh temen, IS, untuk ketemu IM yang punya uang palsu itu. Oleh IS saya disuruh lagi untuk mengantar uang palsu kepada DN di Semarang. Saya dikasih upah Rp 500.000," papar Bernard di Mapolres Magelang, Selasa (31/3/2015).

Pria yang berprofesi sebagai tukang parkir di Semarang itu mengaku baru pertama kali melakukan aksi kriminal tersebut. Ia terpaksa menerima iming-iming IS karena sedang terdesak kebutuhan ekonomi.

"Rencananya uang upah itu mau buat membeli kebutuhan sehari-hari. Tapi uangnya belum sampai terpakai, sudah keburu ketangkap," ujar ayah satu anak itu.

Kepala Polres Magelang, AKBP Rifki, menjelaskan, penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat yang mengetahui adanya transaksi uang palsu oleh tersangka di Pasar Krasak Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jumat (20/3/2015).

Petugas kemudian melakukan penyelidikan, namun tersangka berhasil melarikan diri. Petugas kembali melakukan pengejaran, hingga akhirnya mendapat informasi bahwa tersangka sedang dalam perjalanan ke Semarang membawa uang yang diduga palsu itu.

Selain mengamankan puluhan lembar uang palsu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu tas kecil, kantong plastik hitam, dan dua buah ponsel yang diduga dipakai tersangka untuk berkomunikasi dalam transaksi uang palsu.

Menurut Rifki, puluhan lembar uang milik tersangka sangat mirip dengan uang asli. Baik dari segi warna, ukuran kertas, bahkan terdapat benang tali pengaman serta tanda air yang menggambarkan pahlawan-pahlawan nasional. "Sekilas mirip sekali dengan uang asli, kalau masyarakat tidak jeli bisa tertipu, apalagi kalau transaksi di pasar pada malam hari. Kami imbau masyakarat lebih waspada," kata Rifki.

Rifki menegaskan, tersangka dijerat Pasal 245 KUHP dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sejauh ini polisi masih akan melakukan penyelidikan apakah kasus ini merupakan jaringan atau bukan dan kemungkinan adanya tersangka lainnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

16 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Sembuh dari Covid-19, Dipulangkan Hari Ini

16 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Sembuh dari Covid-19, Dipulangkan Hari Ini

Regional
Polisi Tangkap Oknum ASN yang Cabuli Anak di Buton

Polisi Tangkap Oknum ASN yang Cabuli Anak di Buton

Regional
Sejarawan UGM Tanggapi Kontroversi Penyiksaan Para Jenderal di Film G30S/PKI

Sejarawan UGM Tanggapi Kontroversi Penyiksaan Para Jenderal di Film G30S/PKI

Regional
Tiga Bocah Temukan Janin Bayi di Sungai Cidurian Bandung, Diduga Hasil Aborsi

Tiga Bocah Temukan Janin Bayi di Sungai Cidurian Bandung, Diduga Hasil Aborsi

Regional
Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Pemprov Jabar Siapkan Manajemen Krisis

Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Pemprov Jabar Siapkan Manajemen Krisis

Regional
Tenaga Medis Jemput Pasien Covid-19 yang Punya Komorbid, Malah Dilumuri Kotoran

Tenaga Medis Jemput Pasien Covid-19 yang Punya Komorbid, Malah Dilumuri Kotoran

Regional
Tak Dibayar Usai Berkencan, Seorang PSK Curi Motor Pelanggan

Tak Dibayar Usai Berkencan, Seorang PSK Curi Motor Pelanggan

Regional
Tiga Ibu Hamil Positif Covid-19 Melahirkan di RSUCM Aceh Utara, Semua Bayinya Negatif

Tiga Ibu Hamil Positif Covid-19 Melahirkan di RSUCM Aceh Utara, Semua Bayinya Negatif

Regional
Tiga Kecamatan di Kampar Riau Berlakukan PSBM

Tiga Kecamatan di Kampar Riau Berlakukan PSBM

Regional
Riau Peringkat 3 Nasional Penambahan Terbanyak Kasus Covid-19, Setelah DKI Jakarta dan Jabar

Riau Peringkat 3 Nasional Penambahan Terbanyak Kasus Covid-19, Setelah DKI Jakarta dan Jabar

Regional
Kisah Meli Sang Juara LIDA 2020 Asal Cianjur, Hidup Sederhana di Rumah Reyot

Kisah Meli Sang Juara LIDA 2020 Asal Cianjur, Hidup Sederhana di Rumah Reyot

Regional
Gatot Nurmantyo: KAMI Bukan Alat buat 'Nyapres', kalau Jadi Partai Saya Keluar...

Gatot Nurmantyo: KAMI Bukan Alat buat "Nyapres", kalau Jadi Partai Saya Keluar...

Regional
Bupati Kecam Aksi Vandalisme Mushala di Tangerang, MUI Minta Polisi Usut Tuntas

Bupati Kecam Aksi Vandalisme Mushala di Tangerang, MUI Minta Polisi Usut Tuntas

Regional
Disiksa dan Dibuang di Jalan, Kini Bocah 10 Tahun Itu Diasuh Kapolres Pelalawan

Disiksa dan Dibuang di Jalan, Kini Bocah 10 Tahun Itu Diasuh Kapolres Pelalawan

Regional
Merasa Gagal Jadi TKI, Udin Malu Pulang Kampung, Nekat Kembali ke Malaysia Malah Terjaring Operasi

Merasa Gagal Jadi TKI, Udin Malu Pulang Kampung, Nekat Kembali ke Malaysia Malah Terjaring Operasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X