Kompas.com - 24/03/2015, 22:04 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
|
EditorFarid Assifa
SAMARINDA, KOMPAS.com — Salah satu orangtua dari sembilan anak yang tewas di lubang tambang di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), mengadu kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Senin (23/3/2015). Dia adalah Rahmawati, ibu dari almarhum Raihan Saputra (10), korban tewas yang tenggelam di lubang tambang batubara belum lama ini.

"Kemarin saya bertemu Menteri Yohana. Saya minta keadilan kepada pemerintah. Saya terpukul dengan kematian Raihan. Saya berharap lubang tambang harus ditutup dan perusahaan harus dihukum. Kami sudah berupaya sampai membuat petisi yang didukung 10.000 orang," kata Rahmawati, Selasa (24/3/2015).

Rahmawati menjelaskan, selama ini, dia telah berjuang mencari keadilan kepada pemerintah. Tidak hanya ke Pemkot Samarinda, dia juga mendatangi Pemprov Kaltim. Namun, perjuangan itu sia-sia.

Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Merah Johansyah, mengatakan, pihaknya sengaja mengikuti dialog dengan Menteri Yohana di aula Kelurahan Bentuas, Palaran. Selain mencari keadilan atas seluruh keluarga korban bekas galian tambang batubara, Merah juga mengadukan keadaan Kota Samarinda yang sudah gundul dan dipenuhi lubang tambang.

"Ada 71 persen luas Kota Samarinda kini dikavling tambang sehingga tambang berada di kawasan permukiman warga. Begitu juga lubang-lubang menganga, beracun, dan ditinggalkan begitu saja. Semua itu Menteri harus tahu," sebutnya.

Dia menjelaskan, terkait UU 35 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pemerintah kota/provinsi dan korporasi tambang dapat diancam Pasal Pidana Anak, Pasal 77-90.

Jatam Kaltim mencatat, dari 2011-2014, sudah sembilan anak-anak tewas di lubang bekas tambang Samarinda. Pemerintah kota dan provinsi terkesan diam dan kepolisian tak kunjung memproses kasusnya hingga saat ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ibu Rahmawati sejak sebulan lalu melaporkan dan mengadukan kasus ini ke Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, hingga ke Komnas HAM. Kita tunggu hasilnya," ujar dia.

Menurut Merah, Menteri Yohana berjanji akan membahas kasus tersebut dengan membentuk tim investigasi mengenai ancaman lubang tambang yang telah banyak merenggut nyawa anak.

"Kemarin Menteri sudah berjanji akan membahasnya di Jakarta. Menteri juga akan membentuk tim investigasi mengenai ancaman lubang tambang. Mudah-mudahan segera ada keadilan," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.