Catatan Terakhir Claudia Sebelum Diajak Ayahnya Bunuh Diri

Kompas.com - 23/03/2015, 16:52 WIB
Catatan terakhir Claudia sebelum meninggal dalam aksi bunuh diri yang dilakukan ayahnya, Jumat (20/3/2015) malam. KOMPAS.com/M WismabrataCatatan terakhir Claudia sebelum meninggal dalam aksi bunuh diri yang dilakukan ayahnya, Jumat (20/3/2015) malam.
|
EditorCaroline Damanik

SOLO, KOMPAS.com
 — Duka mendalam masih terasa di keluarga Sri Lestari (34), ibu dari Santa Maria Claudia (8), yang tewas tertabrak kereta api bersama ayah kandungnya, Oktavianus Cahyo Saputro (36), Jumat (20/3/2015) malam sekitar pukul 21.10 WIB.

Claudia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit setelah diajak ayahnya menabrakkan diri ke kereta api Gajayana jurusan Solo-Jakarta yang sedang melaju kencang, di Brengosan, Manahan, Solo. Cahyo nekat bunuh diri dengan mengajak putri semata wayangnya karena gagal mendapatkan hak asuh dalam sidang perceraian yang sedang dijalaninya.

Sebelum meninggal, Claudia sempat menuliskan kerinduan untuk bisa bersama lagi dengan kedua orangtuanya di buku hariannya. Secarik kertas berwarna merah muda yang bertuliskan "catatan" di bagian atasnya adalah milik Claudia.

Di dalam catatannya tersebut, gadis mungil itu mengungkapkan bahwa dia baru saja berulang tahun ke-8. Claudia lalu bertutur bahwa dirinya begitu sedih saat mengetahui proses perceraian kedua orangtuanya.

"... Aku sedih sekali, papa mamahku akan berpisah, aku sedih sekali dan aku tadi makin sedih, aku kangen mama dan aku bisa cuma bedoa kepada Tuhan, dan aku senang bisa bertemu mamah..." demikian tertulis.

Dalam catatan terakhir itu pula, Claudia menulis harapannya.

"... Tadi malam ulang tahunku ke-8 tahun, aku sangat senang sekali. Semoga tambah sehat tambah pintar dan semoga bahagia selalu tidak boleh sedih," tulisnya.

Surat itu ditulis Claudia sehari setelah ulang tahun dirinya pada tanggal 21 Desember. Saat itu, dia harus tinggal bersama ayahnya dan hanya bisa bertemu dengan ibundanya saat pulang sekolah. Selama proses perceraian, Claudia dilarang oleh sang ayah untuk bertemu dengan ibunya.

Kepolisian menyebutkan, Claudia memang diajak bunuh diri bersama ayahnya. Bocah yang masih mengenakan baju tidur berwarna putih dengan motif bunga itu mengalami luka parah di bagian kepala. Tubuhnya terempas belasan meter dan terseret kereta api.

Warga sempat menolong Claudia. Namun, dia meninggal sebelum sampai di RS Kasih Ibu, Solo. Sementara itu, Cahyo tewas di lokasi kejadian karena luka parah di sekujur tubuhnya.

Beberapa saksi mata mengaku melihat Cahyo membopong putrinya berjalan ke rel kereta api saat KA Gajayana melaju kencang.

Pihak keluarga Sri Lestari masih tidak percaya dengan peristiwa yang merenggut nyawa Claudia dan ayahnya itu. Semenjak pulang merantau dari Bali, Cahyo dan istrinya memang kerja serabutan.

Lestari bekerja di sebuah warung Soto, sedangkan Cahyo sempat bekerja di sebuah pabrik. Sejak saat itu, hubungan keduanya mulai merenggang. Cahyo berpisah dengan istrinya yang kemudian tinggal bersama dengan kakaknya. Claudia pun tinggal bersama Cahyo.

"Sejauh saya mengenal saudara ipar saya, Cahyo, memang sangat sayang kepada Claudia. Menjelang putusan pengadilan, ayahnya tidak terima apabila Claudia diasuh ibunya, bahkan sempat mengancam akan melakukan apa pun agar bisa mengasuh anaknya tersebut," ujar Bambang, kakak ipar Cahyo.

Pihak keluarga sudah berusaha untuk mendamaikan keduanya agar tidak bercerai. Namun, keinginan Sri Lestari untuk berpisah dengan suaminya tidak terbendung karena alasan tertentu yang enggan diutarakannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dilarang Unjuk Rasa hingga Pelantikan Presiden, Bagi Pelanggar Akan Ditindak

Dilarang Unjuk Rasa hingga Pelantikan Presiden, Bagi Pelanggar Akan Ditindak

Regional
Cerita di Balik Siswa SMP Gantung Diri di Kupang, Tinggalkan Surat Wasiat hingga Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Cerita di Balik Siswa SMP Gantung Diri di Kupang, Tinggalkan Surat Wasiat hingga Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Regional
Kabut Asap Kiriman Masuk Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Kabut Asap Kiriman Masuk Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Regional
Saling Ejek dan Pukul, Siswa di Bantul Meninggal Dunia

Saling Ejek dan Pukul, Siswa di Bantul Meninggal Dunia

Regional
Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

Regional
Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Regional
Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Regional
Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Regional
Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Regional
RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

Regional
Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Regional
Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Regional
Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Regional
Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X