Budiman Sudjatmiko: UU Desa Tidak "Merampok" Penghasilan Kades

Kompas.com - 19/03/2015, 20:08 WIB
Politisi PDI-P Budiman Sudjatmiko KOMPAS.com/Indra AkuntonoPolitisi PDI-P Budiman Sudjatmiko
|
EditorBayu Galih

AMBARAWA, KOMPAS.com - Anggota Komisi II DPR RI Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa terbitnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa tidak dimaksudkan untuk memangkas pendapatan yang diterima kepala desa dan perangkatnya. Sebaliknya, justru melalui UU Desa mendorong kemandirian pemerintah desa beserta masyarakatnya untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.

"Agar bisa mencapai kesejahteraan, desa harus menggali potensinya sendiri, tahu siapa dirinya, punya apa saja. Kemudian dibahas dan dikelola bersama, bisa dengan membentuk BUMDes, sehingga nanti bisa menjadi pendapatan desa dan dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakatnya,” kata Budiman dalam diskusi bertema "UU Desa, Berkah atau Musibah ?" yang digelar Komunitas Rebo Legi, di Ambarawa, Kamis (19/3/2015) siang.

Mantan Ketua Pansus RUU Desa ini menyayangkan masih ada sebagian pihak yang menyebut UU Desa secara sistematis akan "merampok" pendapatan desa dan perangkatnya.

"Kalau dikatakan UU ini merampok pendapatan kepala desa karena PP-nya (Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014) bertentangan dengan UU Desa dan hanya karena masalah bengkok, saya sangat sedih. Kalau UU ini mau di-judicial review, mau aturan yang seperti apa lagi?,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Penerapan UU desa memang disinyalir akan berdampak pada penurunan besaran gaji perangkat desa setiap bulan. Oleh karena itu, sejumlah perangkat desa meminta penerapan UU tersebut untuk dievaluasi kembali. (Baca: Takut Gaji Turun, Ratusan Kepala Desa Geruduk DPRD)

Budiman mengklaim bahwa belum ada sejarah perundangan di Indonesia maupun negara manapun yang memberikan kewenangan penuh kepada desa untuk mengelola potensinya sendiri.

"Nanti saya akan bicara dengan Mendagri dan Menteri Desa, kalau perlu ke Presiden Jokowi untuk mengubah PP tersebut. Sebab PP yang ada sudah saya perkirakan jadi bom waktu lantaran dibuat dalam waktu singkat, dua bulan, di masa akhir jabatan pemerintahan. Dan terbukti sekarang menimbulkan persoalan,” kata dia.

Terkait dengan tema diskusi "UU Desa Berkah atau Musibah?", menurut Budiman, dampak UU Desa tergantung bagaimana masyarakat atau subyek aturan perundangan tersebut mengimplementasikannya.

"Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah dua-duanya. Orang pacaran saja bisa membawa berkah atau musibah. Yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir musibah dan mengoptimalkan berkah,” kata Budiman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Sumbar Mengaku Tak Khawatir dengan Kedatangan 150 Turis China

Gubernur Sumbar Mengaku Tak Khawatir dengan Kedatangan 150 Turis China

Regional
Bandara Ahmad Yani Tambah Rute Penerbangan Tujuan Bandung-Semarang

Bandara Ahmad Yani Tambah Rute Penerbangan Tujuan Bandung-Semarang

Regional
Lempari Mobil Truk dengan Batu, Pria Ini Diamankan Polisi

Lempari Mobil Truk dengan Batu, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Regional
Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Regional
Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Regional
Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Regional
Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Regional
Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Regional
Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Regional
Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Regional
Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Regional
Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Regional
Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Regional
Progres Pembangunan Jalan Pansela di Jatim, Tersisa 215 Kilometer

Progres Pembangunan Jalan Pansela di Jatim, Tersisa 215 Kilometer

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X