Kompas.com - 18/03/2015, 17:13 WIB
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Prof DR Musakkir SH MH bersama rekan-rekannya yang terkait kasus narkoba menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (18/3/2015). KOMPAS.com/Hendra CiptoGuru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Prof DR Musakkir SH MH bersama rekan-rekannya yang terkait kasus narkoba menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (18/3/2015).
|
EditorCaroline Damanik

MAKASSAR, KOMPAS.com
- Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas), Musakkir, datang menghadiri sidang kasus narkoba yang menjeratnya di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu (18/3/2015), tanpa mengenakan baju tahanan dan tanpa pengawalan dari aparat keamanan.

Dengan mengenakan baju kemeja batik dan bercelana kain hitam, Musakkir datang dengan santainya tanpa dikawal petugas keamanan.

Selama menunggu persidangan sejak siang hingga sore, Musakkir mengisap rokok di ruang tunggu dengan ditemani tim pengacaranya. Kata pengacaranya, Musakkir enggan diwawancarai.

Sama dengan Musakkir, terdakwa lainnya, teman wanita Musakkir, Ainun dan Nilam, juga tidak mengenakan baju tahanan.

Sidang yang digelar hari ini ditunda oleh majelis hakim dengan alasan seorang terdakwa Andi Syamsuddin alias Ancu tidak hadir karena sakit. Penundaan sidang dibacakan oleh ketua majelis hakim, Andi Cakra.

Sidang akan dilanjutkan Selasa (24/3/2015) pekan depan. Teman wanita Musakkir, Nilam dan Ainun yang berstatus mahasiswi STIEM Bungaya ini pun enggan diwawancarai wartawan. Penolakan wawancara kedua terdakwa itu disampaikan melalui pengacaranya, Acram Mappaona Azis.

Nilam dan Ainun pun ditemani pengacaranya ke gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar yang terletak bersebelahan dengan Pengadilan Negeri (PN) Makassar. Rencananya, Nilam dan Ainum akan kembali ke Balai Rehabilitasi BNNP Sulsel di Baddoka untuk menjalani rehabilitasi inap, sedangkan Musakkir kembali ke rumahnya setelah menghadiri sidang tersebut.

Musakkir kini telah bebas dari Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel. Musakkir sudah kembali ke rumahnya dan menjalani rehab jalan mulai (4/3/2015) lalu, sedangkan dua rekan wanita Musakkir, Nilam Ummi Qalbi dan Ainun Nakiyah yang keduanya mahasiswi Stiem Bungaya, Makassar ini masih menjalani rehabilitasi di Balai Rehabilitasi BNNP Sulsel.

Tiga rekan Musakkir lainnya, Ismail Alrip SH, MKN (ketua LBH Unhas), Andi Syamsuddin alias Ancu dan Harianto alias Ito (staf Zona Cafe) masih menjalani penahanan di Rutan Klas 1 Makassar sambil menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Makassar.

Sebelumnya diberitakan, Musakkir dan seorang dosen bernama Ismail Alrip ditangkap Satuan Narkoba Polrestabes Makassar saat mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu bersama mahasiswi di Hotel Grand Malibu, Jumat 14 November 2014. Dalam penggerebekan yang dilakukan kepolisian di dalam kamar 312, Musakkir dan Ismail ditemukan sedang nyabu bersama seorang mahasiswi bernama Nilam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.