Gubernur Rusli Habibie Minta Maaf kepada Budi Waseso

Kompas.com - 18/03/2015, 14:17 WIB
KOMPAS.COM/RAHMAT FIANSYAH Gubernur Gorontalo sekaligus Ketua DPD I Golkar Gorontalo, Rusli Habibie.
GORONTALO, KOMPAS.com - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta maaf kepada mantan Kepala Polda Gorontalo Komjen Budi Waseso terkait perseteruan keduanya, yang berujung pada laporan pencemaran nama baik yang dilayangkan Budi.

"Saya atas nama Gubernur, masyarakat Gorontalo, dan pribadi meminta maaf kepada Komjen Budi Waseso serta kepada institusi Polri, bila saya dianggap berniat buruk kepada beliau. Sedikit pun tak ada niat buruk saya dengan mengirimkan surat kepada Menkpolhukam saat itu," ungkap Rusli saat menggelar konferensi pers terkait program-program pemerintah di rumah dinasnya, Rabu (18/3/2015).

Rusli mengakui, ada beberapa kondisi dalam Pilkada Kota Gorontalo tahun 2013 yang membuat hubungan keduanya kurang baik. Hal itu dilakukan karena dalam Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2013 seorang Gubernur turut bertanggungjawab dalam menjaga keamanan daerah.

"Saya berharap permintaan maaf ini diterima dengan lapang hati dan kami bisa bertemu langsung dalam keadaan yang lebih baik," tambah dia.

Budi yang kini menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal Polri telah melaporkan kasus pencemaran nama baiknya ke Polda Gorontalo. Laporan itu dilakukan setelah ia mengetahui bahwa Rusli melaporkan kinerjanya kepada Kemenkumham dan Kapolri.

Beberapa hal yang dilaporkan tersebut di antaranya mengenai keberpihakan Budi kepada salah satu calon dalam pemilihan gubernur dan wali kota di Gorontalo. Budi juga dilaporkan karena tidak hadir dalam setiap rapat musyawarah pimpinan daerah (muspida).

Budi menilai laporan tersebut merupakan upaya untuk menyingkirkannya dari Gorontalo karena mengusut sejumlah kasus korupsi.


EditorGlori K. Wadrianto
SumberAntara

Close Ads X