Kecewa dengan Pelayanan, Anggota Dewan Patahkan Kartu BPJS

Kompas.com - 13/03/2015, 17:56 WIB
Pendaftaran program BPJS. Tribun Jabar/Gani KurniawanPendaftaran program BPJS.
|
EditorCaroline Damanik

KUPANG, KOMPAS.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Welem Kale, kecewa dengan layanan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang tidak bisa dimanfaatkan saat dirinya menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum WZ Johannes Kupang.

Saking emosinya, sang legislator pun langsung merusak kartu BPJS dengan cara dipatahkan. Hal tersebut disampaikan Welem Kale saat mendatangi sejumlah wartawan di press room DPRD NTT, Jumat (13/3/2015) sore.

Menurut Welem, lantaran sakit keras, Kamis (12/3/2015) tadi malam, dirinya pun dibawa oleh keluarganya ke RSU WZ Johannes untuk menjalani perawatan medis. Namun, ketika sampai ke rumah sakit, dia pun langsung menunjukkan kartu BPJS dengan harapan bisa berobat gratis.

“Saat masuk ke rumah sakit tadi malam saya tunjukkan kartu BPJS untuk perawatan di ruang kelas I, tetapi karena ruangan penuh, oleh perawat saya dibawa ke ruangan kelas III. Bukan hanya itu saja, saya harus mengeluarkan uang sebanyak Rp 600.000 untuk membeli jarum suntik, infus, obat, dan tes laboratorium karena apotek di dalam rumah sakit yang khusus melayani BPJS, semuanya tidak tersedia. Karena terlalu jengkel tadi malam saya pun cabut infus dan langsung pulang ke rumah, serta kartu BPJS saya patahkan karena menurut saya tidak berfungsi sama sekali,” ujarnya.

Welem mengaku, di dalam keluarganya terdapat 10 orang yang menjadi peserta BPJS dan setiap bulan dia harus mengeluarkan uang sebanyak Rp 600.000 untuk iuran dengan rincian Rp 60.000 per orang.

Welem bahkan menuding BPJS adalah grup judi yang bertujuan untuk mencari keuntungan guna memperkaya diri para pengelolanya sehingga, menurut dia, lebih baik model pelayanan kesehatan dikembalikan seperti dulu, yakni dengan menggunakan Jamkesmas atau Jamkesda.

“Coba kita lihat saja gaji teller di kantor BPJS sebulannya Rp 8 juta yang jelas sekali melebihi gaji pokok bupati, wali kota, dan anggota Dewan, ini kan aneh, tidak diimbangi dengan layanan yang baik. Bukan hanya itu saja, saat kita mendaftar di BPJS sebagai peserta, kartu tersebut tidak langsung aktif karena harus menunggu selama tujuh hari. Nah, selama dalam rentang waktu tujuh hari ini saja, kalau saat mendaftar pasien sakit kan otomatis kartunya tidak berfungsi sehingga menurut saya dalam rentang waktu tujuh hari ini dipakai untuk korupsi oleh pengelolanya,” ungkap Welem.

Terhadap hal itu, lanjut Welem, dalam waktu dekat, DPRD NTT akan segera memanggil pimpinan BPJS NTT untuk menjelaskan persoalan ini karena banyak warga NTT yang menjadi peserta mengeluh dengan layanan BPJS.

Terkait hal itu, Kepala BPJS Kesehatan kantor Cabang Kupang, Fransiskus Parera, mengatakan, akan segera mengecek ke pihak RSU WZ Yohannes.

“Kami akan segera cek ke RSU WZ Yohannes untuk dapat penjelasan tentang kronologi kasusnya, baru kami akan sikapi,” ujar Fransiskus ketika dihubungi.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Pati: Tidak Sakit Kok, Malah Dokternya yang Keringetan

Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Pati: Tidak Sakit Kok, Malah Dokternya yang Keringetan

Regional
Tewas Tertimpa Batu Saat Longsor di Kupang, Pasutri Ini Baru 3 Bulan Menikah

Tewas Tertimpa Batu Saat Longsor di Kupang, Pasutri Ini Baru 3 Bulan Menikah

Regional
Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Seluruh RS Swasta di Wonogiri Wajib Sediakan Ruang Isolasi Perawatan

Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Seluruh RS Swasta di Wonogiri Wajib Sediakan Ruang Isolasi Perawatan

Regional
Berteduh di Bawah Jembatan Saat Hujan Deras, 2 Pemancing Tewas Terseret Banjir

Berteduh di Bawah Jembatan Saat Hujan Deras, 2 Pemancing Tewas Terseret Banjir

Regional
Tren Covid-19 di Pangandaran Naik, Pemkab Siapkan Bekas SD untuk Rawat Pasien

Tren Covid-19 di Pangandaran Naik, Pemkab Siapkan Bekas SD untuk Rawat Pasien

Regional
Hilang Semalaman, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas di Sendang

Hilang Semalaman, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas di Sendang

Regional
Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tim Selam Diterjunkan Cari 5 ABK yang Hilang

Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tim Selam Diterjunkan Cari 5 ABK yang Hilang

Regional
Kabar Ada yang Meninggal Setelah Divaksin, Bupati Cilacap: Hoaks, Tidak Ada Itu

Kabar Ada yang Meninggal Setelah Divaksin, Bupati Cilacap: Hoaks, Tidak Ada Itu

Regional
Kecelakaan di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tug Boat Mitra Jaya XIX Ditemukan di Perairan Madura

Kecelakaan di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tug Boat Mitra Jaya XIX Ditemukan di Perairan Madura

Regional
Penambahan Kasus Covid-19 di Banten Pecah Rekor, Kota Serang Jadi Zona Merah

Penambahan Kasus Covid-19 di Banten Pecah Rekor, Kota Serang Jadi Zona Merah

Regional
Gubernur Banten Perpanjang PPKM Tangerang Raya hingga 8 Februari 2021

Gubernur Banten Perpanjang PPKM Tangerang Raya hingga 8 Februari 2021

Regional
Sempat Tertunda karena Darah Tinggi, Bupati Brebes Divaksin Covid-19 Usai Istirahat 4 Jam

Sempat Tertunda karena Darah Tinggi, Bupati Brebes Divaksin Covid-19 Usai Istirahat 4 Jam

Regional
Jajal Mobil Listrik, Emil Dardak: Nyaman, Seperti Mengendarai Mobil Bahan Bakar Fosil

Jajal Mobil Listrik, Emil Dardak: Nyaman, Seperti Mengendarai Mobil Bahan Bakar Fosil

Regional
4 Hari Setelah Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan Mataram Terkonfirmasi Positif Covid-19

4 Hari Setelah Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan Mataram Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Viral Foto Ikan Paus Ukuran 7 Meter Terdampar di Perairan Ogan Komering Ilir

Viral Foto Ikan Paus Ukuran 7 Meter Terdampar di Perairan Ogan Komering Ilir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X