Konfercab Rusuh, Megawati Putuskan Wali Kota Batu Jadi Ketua DPC Malang

Kompas.com - 13/03/2015, 17:44 WIB
Megawati Soekarnoputri saat berbicara di Rapat Kerja Nasional IV PDI-P di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (20/9/2014). Megawati Soekarnoputri saat berbicara di Rapat Kerja Nasional IV PDI-P di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (20/9/2014).
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com
- Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengambil langkah tegas menyusul buntunya musyawarah dalam Konferensi Cabang DPC PDI-P Kabupaten Malangdi Hotel Utami, Sidoarjo, Rabu (11/3/2015).

Megawati memutuskan menunjuk Eddy Rumpoko, Wali Kota Batu, sebagai Ketua DPC PDI-P Kabupaten Malang untuk menggantikan Hari Sasongko hingga tahun 2020. Keputusan tersebut diambil dalam rapat pleno yang dipimpin langsung oleh Megawati di DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung Jakarta, pada Kamis (12/3/2015).

Wakil Sekjen PDIP, Ahmad Basarah, membenarkan hasil rapat pleno DPP PDIP tersebut.

"Betul. Keputusan itu diambil Ibu Megawati dan akan segera diumumkan setelah struktur dan personalia DPC PDI-P Kabupaten Malang, telah terbentuk semua," katanya, Jumat (13/5/2015).

"Beliau (Eddy Rumpoko) juga diminta segera mengambil langkah-langkah khusus yang diperlukan, untuk memperbaiki kondisi dan eksistensi PDIP di Kabupaten Malang," tambahnya.

Dalam rapat pleno DPP PDI-P tersebut, lanjut Ahmad, juga dibahas tentang kerusuhan yang terjadi dalam Konferensi Cabang PDI-P Kabupaten Malang yang digelar di Sidorajo.

Dalam rapat tersebut, Megawati mendengarkan laporan dari Pimpinan Sidang Konferensi, Ari Batubara, yang juga salah seorang pengurus DPP PDIP. Ari melaporkan adanya aksi kekerasan yang dilakukan oleh beberapa oknum Pengurus Anak Cabang (PAC) dan sekelompok orang yang mengaku pendukung salah seorang calon Ketua DPC.

"Dalam laporan itu, aksi kerusuhan yang terjadi telah melukai salah satu staf pengurus DPD PDI-P Jawa Timur, yakni Pak Nugroho. Wajah dan beberapa bagian tubuh Pak Nugroho mengalami memar. Karenanya, dia langsung di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan," katanya.

Bahkan, Nugroho juga sudah melaporkan aksi kekerasan tersebut ke Polda Jatim. Ari Batubara juga telah melaporkan aksi kekerasan tersebut ke Mabes Polri dan diterima langsung oleh Kabareskrim Komjen Budi Waseso, Kamis (11/3/2015).

"Laporan ke Mabes Polri sudah masuk," ungkap anggota DPR RI yang berangkat dari wilayah Malang Raya itu.

Karena kerusuhan itulah, lanjut Ahmad, akhirnya Ari selaku pimpinan sidang menyatakan konferensi deadlock alias gagal diselenggarakan. Sesuai dengan Surat Ketetapan DPP PDI-P Nomor 66 tahun 2015, Ari lalu menskorsing konferensi tersebut dan menyerahkan keputusan selanjutnya kepada DPP PDI-P.

"Ibu Megawati sendiri melihat begitu pentingnya hal tersebut, beliau langsung menggelar rapat pleno dan memutuskan Pak Eddy Rumpoko menjadi Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang," katanya.

Sementara itu, secara terpisah, Eddy Rumpoko mengaku sudah menerima penunjukan dari Megawati tersebut.

"Sebagai kader, saya siap menjalankan semua instruksi dari DPP. Setelah saya mendapat mandat secara resmi itu, secepatnya saya akan melakukan konsolidasi dengan kader-kader PDIP di Kabupaten Malang," kata Eddy, Jumat.

Dia mengaku akan segera melakukan konsolidasi dengan pengurus PAC PDI-P Kabupaten Malang.

"Saya juga akan segera melengkapi struktur organisasi. Soal deadlock hingga terjadinya kerusuhan saat konfercab, saya melihatnya hanya karena kecintaan kader terhadap PDIP. Saya yakin, masalah ini akan segera selesai. Karena pengurus DPP sudah mengambil langkah," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ASN Positif Covid-19, Ratusan Pegawai Pemkab Nunukan Jalani 'Rapid Test'

ASN Positif Covid-19, Ratusan Pegawai Pemkab Nunukan Jalani "Rapid Test"

Regional
Cerita Anggota TNI Sembuh dari Covid-19: Cemas dan Was-was Begitu Tahu Terpapar...

Cerita Anggota TNI Sembuh dari Covid-19: Cemas dan Was-was Begitu Tahu Terpapar...

Regional
Waspada, 5 Titik Jalur Kereta Api di Daop 5 Rawan Bencana

Waspada, 5 Titik Jalur Kereta Api di Daop 5 Rawan Bencana

Regional
Info Terbaru, BNN Menduga Ada Ladang Ganja Tersembunyi di Tasikmalaya

Info Terbaru, BNN Menduga Ada Ladang Ganja Tersembunyi di Tasikmalaya

Regional
Olah Pangan Lokal, Usaha Kelompok Masyarakat Ini Beromzet Jutaan Rupiah Selama Pandemi

Olah Pangan Lokal, Usaha Kelompok Masyarakat Ini Beromzet Jutaan Rupiah Selama Pandemi

Regional
Mayat Perempuan Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo Korban Pembunuhan

Mayat Perempuan Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo Korban Pembunuhan

Regional
Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Buruh Demo di Gedung DPRD Kalsel

Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Buruh Demo di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

Regional
Kisah Vera Key, Sukses Usaha Reparasi Boneka Bekas Diminati hingga ke Mancanegara

Kisah Vera Key, Sukses Usaha Reparasi Boneka Bekas Diminati hingga ke Mancanegara

Regional
Kisah TKW Indramayu Meninggal di Malaysia karena TBC, Kabur dari Majikan dan Dirawat Pria Myanmar

Kisah TKW Indramayu Meninggal di Malaysia karena TBC, Kabur dari Majikan dan Dirawat Pria Myanmar

Regional
Heboh Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Ini Kata Pengelola

Heboh Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Ini Kata Pengelola

Regional
Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

Regional
Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Regional
Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

Regional
Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X